Archive for the ‘Umum’ Category

Doa Memohon Istri dan Anak Sebagai Penyenang Hati

Doa Memohon Istri Dan Anak Sebagai Penyenang Hati

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a’yun, waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa.

Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Al-Furqaan [25]: 74).

Sangat dianjurkan jika seorang muslim memperbanyak doa ini untuk memperbaiki istri, keturunan dan dirinya sendiri.

Penjelasan ulama:
Ibnu Katsir berkata, “Mereka (hamba yang beriman) berdoa kepada Allah agar mendapatkan keturunan yang taat kepada Allah dan menyembah Allah semata tidak berbuat syirik kepada-Nya.” Masya Allah… Tafsiran yang sangat bagus. Yang orang beriman harap adalah mendapatkan keturunan yang rajin ibadah dan bertauhid kepada Allah, bukan keturunan yang berbuat syirik.

Ibnu ‘Abbas berkata, “Yaitu mereka (ibadurrahman) meminta agar mendapatkan keturunan yang gemar beramal ketaatan sehingga sejuklah mata mereka di dunia dan akhirat.”

‘Ikrimah berkata, “Yaitu mereka (orang yang beriman) tidaklah menginginkan keturunan yang memiliki paras cantik, akan tetapi yang mereka inginkan adalah keturunan yang taat.”

Al Hasan Al Bashri ditanya mengenai ayat di atas. Beliau pun berkata, “Yang ingin dilihat Allah pada hamba muslim dari istri, saudara, dan sahabat karibnya adalah mereka semua taat pada Allah. Wallahi, demi Allah, tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan pandangan mata seorang muslim melebihi ketaatan pada Allah yang ia lihat pada anak, cucu, saudara dan sahabat karibnya.”

Ibnu Juraij berkata mengenai ayat tersebut, “Hamba beriman meminta pada Allah agar keturunannya dapat beribadah dan memperbagus ibadahnya kepada Allah, tidak berbuat maksiat dan tindak kejahatan.”

‘Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata, “Orang beriman meminta kepada Allah agar istri-istrinya dan keturunannya mendapatkan hidayah Islam.”

Sedangkan ayat, “Dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”:
Ibnu ‘Abbas, Al Hasan Al Bashri, Qotada, As Sudi, Ar Robi’ bin Anas menafsirkan ayat tersebut, “Ya Allah, jadikanlah kami sebagai imam yang dapat menunjuki dalam kebaikan.”

Ada pula ulama yang mengatakan bahwa maksudnya adalah ia meminta pada Allah agar ia sendiri mendapatkan petunjuk dan sebagai pengajak kepada kebaikan. Hamba Allah yang mewariskan kebaikan pada keturunannya, inilah yang dipuji dalam hadits, “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631). Orang tua yang menunjuki anak dan keturunannya dalam kebaikan, ia termasuk dalam hadits ini.

Dibagikan melalui aplikasi “Apa Doanya”. Tersedia untuk Android, BlackBerry 10, Windows Phone/Desktop, Windows 10, Nokia X, Firefox OS dan BlackBerry OS 6-7. Unduh di http://wp.me/p3ieiY-b

Sumber: http://rumaysho.com/belajar-islam/tafsir-al-quran/3690-sifat-ibadurrahman-7-meminta-anugerah-istri-dan-anak-sebagai-penyejuk-mata.html

Advertisements

Tujuh hal sepele yg membuat kita mudah diganggu Setan

Sahabat Ummi, kita sering menyepelekan sesuatu yang padahal telah diwanti-wanti oleh Rasulullah sebagai perbuatan syetan atau bisa menyebabkan syetan mudah mengganggu diri kita. 

Syetan itu dijelaskan Allah dalam Al quran sebagai musuh yang nyata bagi manusia. Mereka jelas-jelas mengganggu dan bisa menyesatkan kita.

Jika Sahabat Ummi merasa sangat mudah marah, malas ibadah, gampang lelah, coba deh hentikan melakukan hal-hal yang bisa memudahkan syetan mengganggu diri kita atau bahkan masuk ke dalam tubuh kita. Ajarkan juga keluarga dan teman-teman terdekat mengenai bahaya ini.

Berikut ini 7 di antaranya:

1. Menguap lebar tanpa menutup mulut

“Menguap adalah dari setan, maka jika salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia menahannya sedapat mungkin.” (HR Muslim)

“Apabila salah seorang di antara kalian menguap maka hendaklah menutup mulut dengan tangannya karena syeitan akan masuk (ke dalam mulut yang terbuka). ” (HR. Muslim no.2995 (57) dan Abu Dawud no.5026)

2. Makan dan minum tanpa mengucap basmallah

“Sungguh, setan menghalalkan makanan yang tidak disebutkan nama Allah padanya.” (HR Abu Daud)

3. Makan dan minum dengan tangan kiri

“jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya” (HR. Muslim no. 2020)

4. Memakai segala sesuatu dari bagian kiri tubuh

5. Tidak mengibas tempat tidur sebelum menggunakannya
 “Apabila salah seorang dari kalian hendak barbaring di tempat tidurnya hendaklah ia kibas-kibas tempat tidurnya itu dengan sarungnya. Karena dia tidak tahu apa yang terjadi pada tempat tidurnya setelah ia tinggalkan sebelumnya.” (HR Bukhari Muslim)
Hadits lainnya sebagai tambahan: “Bagi orang yang bangun dari tempat tidurnya kemudian kembali lagi, maka dianjurkan untuk mengibasinya kembali.” (Sebagaimana hadits riwayat Tirmidzi. 3410, dishahihkan dalam Kalim Thoyyib: 3410)
“Tidak ada satu kasur pun yg tergelar di dalam suatu rumah yg tidak ditiduri oleh manusia, kecuali SETAN AKAN TIDUR DI ATAS KASUR ITU…” (Akamul Marjan fi ahkamil Jaan hal.150)
6. Masuk kamar mandi tidak membaca bismillah atau doa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika memasuki jamban, beliau ucapkan: Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan) (HR. Bukhari muslim)

“Masuklah ke dalam jamban (WC/toilet) dengan mendahulukan kaki kiri, ke luar dengan mendahulukan kaki kanan.” (H.R. Tirmidzi)

7. Buang kotoran sembarangan

Baik kotoran hajat (buang air kecil, buang air besar), ataupun berupa darah kotor bekas pembalut, bekas berbekam dllsb. 

“Takutlah (jauhilah) dua perbuatan terkutuk!”
Para sahabat bertanya, “Apakah kedua perbuatan itu wahai Rasulullah?”
Jawab Beliau, “Orang yang buang air besar di jalan tempat orang banyak melintas atau di tempat mereka berteduh (seperti di bawah pohon).” (H.R. Muslim).
“Jangan buang air di lubang binatang, di jalan tempat orang lewat, di tempat berteduh, di sumber air, di tempat pemandian, di bawah pohon yang sedang berbuah, atau di air yang mengalir ke arah orang-orang yang sedang mandi atau mencuci.” (H.R. Muslim, Tirmidzi)
Semoga kita senantiasa berhati-hati dan tidak menyepelekan permasalahan ini.
sumber :

http://www.ummi-online.com/7-hal-sepele-yang-bisa-membuatmu-mudah-diganggu-syetan.html

HAJAR ASWAD DAHULU PUTIH

Eramuslim.com – Hajar Aswad adalah batu yang berada pada salah satu sisi ka’bah yang kita disunnhakan untuk menciumnya  jika mampu pada salah satu manasik haji dan umrah. Batu ini berwarna hitam karenanya dinamakan sebagai hajar yang berarti batu dan aswad yang berarti hitam. Dahulunya Hajar Aswad berwarna putih dan merupakan batu yang berasal dari surga. Banyaknya dosa manusia menyebabkan  batu tersebut menjadi berwarna hitam.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan, beliau bersabda,
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « نَزَلَ الْحَجَرُ الأَسْوَدُ مِنَ الْجَنَّةِ وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِى آدَمَ »
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hajar aswad turun dari surga padahal batu tersebut begitu putih lebih putih daripada susu. Dosa manusialah yang membuat batu tersebut menjadi hitam”.
Diriwayat yang lain, batu tersebut lebih putih dari warna salju.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « الْحَجَرُ الأَسْوَدُ مِنَ الْجَنَّةِ وَكَانَ أَشَدَّ بَيَاضاً مِنَ الثَّلْجِ حَتَّى سَوَّدَتْهُ خَطَايَا أَهْلِ الشِّرْكِ.
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hajar aswad adalah batu dari surga. Batu tersebut lebih putih dari salju. Dosa orang-orang musyriklah yang membuatnya menjadi hitam.”
Syaikh Al-Mubarakfuri  rahimahullah menjelaskan bahwa dzahir hadits menjelaskan demikian dan ini bukan makna kiasan. Beliau berkata,
صارت ذنوب بني آدم الذين يمسحون الحجر سببا لسواده ، والأظهر حمل الحديث على حقيقته إذ لا مانع نقلاً ولا عقلاً
“Dosa Bani Adam menyebabkan batu menjadi hitam dan (pendapat) yang lebih kuat adalah memahami dzahir hadits sebagaimana hakikatnya, tidak ada penghalang baik secara akal maupun dalil.”
Mengapa tidak menjadi putih lagi?
Tentu kita bertanya kenapa tidak menjadi putih lagi dengan kebaikan manusia dan tauhid orang-orang yang benar. Jawabannya adalah sebagaimana penjelasan Ibnu Hajar Al-Asqalani bahwa Allah telah menetapkan hal ini meskipun Allah mampu mengubahnya.
Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah berkata,.
اعترض بعض الملحدين على الحديث الماضي فقال ” كيف سودته خطايا المشركين ولم تبيضه طاعات أهل التوحيد ” ؟
وأجيب بما قال ابن قتيبة : لو شاء الله لكان كذلك وإنما أجرى الله العادة بأن السواد يصبغ ولا ينصبغ ، على العكس من البياض .
“ Sebagian orang yang menyimpang menentang hadits ini, mereka berkata: bagaimana bisa hitam karena kesalahan orang musyrik tetapi tidak bisa menjadi putih kembali dengan ketaatan ahli tauhid? Maka di jawab oleh Ibnu Quthaibah, jika saja Allah berkehendak maka bisa saja akan tetapi Allah menetapkan bahwa warna hitam itu memberikan warna bukan terwarnai berkebalikan dengan warna putih”
Al-Muhibb At-Thabari menjelaskan bahwa ini agar menjadi pelajaran bagi manusia dan bias dilihat. Beliau berkata,
ج. وقال المحب الطبري : في بقائه أسود عبرة لمن له بصيرة فإن الخطايا إذا أثرت في الحجر الصلد فتأثيرها في القلب أشد .انظر لهما : ” فتح الباري ” ( 3 / 463 ) .
“Tetap putihnya warna batu adalah sebagai pelajaran, jika saja kesalahan pada batu menjadi keras maka lebih berbekas lagi pada hati.”
Hajar aswad akan menjad saksi hari kiamat
Sebisa mungkin kita berusaha menyentuh hajar Aswad dan menciumnya ketika melakukan ibadah haji dan umrah karena ia akan bersaksi di hari kiamat kelak. Sebagaimana dalam hadits,
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى الْحَجَرِ « وَاللَّهِ لَيَبْعَثَنَّهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَهُ عَيْنَانِ يُبْصِرُ بِهِمَا وَلِسَانٌ يَنْطِقُ بِهِ يَشْهَدُ عَلَى مَنِ اسْتَلَمَهُ بِحَقٍّ »
Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda mengenai hajar Aswad, “Demi Allah, Allah akan mengutus batu tersebut pada hari kiamat dan ia memiliki dua mata yang bisa melihat, memiliki lisan yang bisa berbicara dan akan menjadi saksi bagi siapa yang benar-benar menyentuhnya.”
@Pogung Lor,  Yogyakarta Tercinta
Penulis: dr. Raehanul Bahraen
Sumber: https://muslim.or.id/31939-hajar-aswad-batu-surga-dahulunya-berwarna-putih.html [kl]

Belajar dari Ibrahim, Hajar dan Ismail

Idul Qurban bukan sekadar perayaan ritual penyembelihan hewan belaka, melainkan mewakili ajaran Islam dan kehidupan secara menyeluruh. Di dalamnya tekandung iman, pembelajaran, motivasi, kepedulian, bahkan ilmu pengetahuan.Idul Adha adalah pembelajaran tentang dakwah, pengasuhan, dan pendidikan keluarga. Kisah Ibrahim menunjukkan betapa sang nabi sangat berhasil mendidik keluarga –dalam hal ini mendidik istri– untuk mempunyai iman yang begitu dalam.

Ketika sang bapak para nabi mengajak istrinya melakukan perjalanan melewati gurun tandus, terik siang dan gigilnya malam, Siti Hajar tidak pernah mengeluh. Karena ia tahu apa pun yang dilakukan sang suami ada dalam bimbingan Allah. Pun hingga akhirnya mereka menetap di sebuah padang gersang di Mekkah, sang istri tetap tidak mengeluh.

Akan tetapi Siti Hajar mulai bereaksi ketika sang suami pergi meninggalkan dirinya dan Ismail, berdua di tengah padang pasir. Berkali-kali sang istri memanggil, tapi Ibrahim tidak menoleh. Hingga akhirnya Siti Hajar bertanya, “Apakah engkau meninggalkan kami berdua, atas perintah Allah?” Ibrahim mengiyakan.

Setelah tahu kepergian suami atas perintah Allah, Siti Hajar memutuskan tidak menghentikan langkah suami. Ia ridha. Hati dipenuhi keyakinan, jika Allah yang memerintahkan Ibrahim meninggalkannya di padang tandus, maka Allah pasti menyiapkan sesuatu untuknya di sini. Terlihat bagaimana sang sumi menanamkan iman yang begitu kuat pada istri, sehingga ketika datang perintah Allah, tidak ada sikap lain kecuali taat dan ridha.

Bertahun lamanya Siti Hajar dan Ismail hidup di tengah gurun yang kini mulai ramai sejak mengalirnya air zam-zam. Selama itu pula Siti Hajar mendidik putranya untuk mengenal iman.

Saat Ismail beranjak remaja, ayahnya Nabi Ibrahim datang berkunjung. Sang istri tidak mengeluh atau mengajukan beragam tanya, ke mana saja suami selama ini. Namun perempuan sholihah tersebut menyambut penuh sukacita karena ia percaya tidak mungkin sang suami pergi kecuali atas perintah Allah. Meski kemudian, belum sempat berlama-lama bersama buah hatinya, Nabi Ibrahim menyampaikan perintah Allah untuk menyembelih Ismail.

Sebuah permintaan yang di luar nalar. Wajarnya reaksi adalah menolak, sedikitnya akan terjadi adu argumentasi, baik dari pihak istri maupun sang anak yang akan disembelih. Tapi Hajar dan Ismail merupakan dua manusia yang telah tertempa iman. Sang remaja dengan ridha merespons, jika itu kehendak Allah, ia ridha.

Tampak betapa Siti Hajar berhasil mendidik Ismail menjadi anak sosok sholeh yang menggenggam keimanan tinggi. Siti Hajar adalah buah dakwah Ibrahim, dan Ismail adalah hasil pendidikan Hajar. Terlihat peristiwa Idul Adha mengajarkan kita tentang dakwah dan pendidikan dalam keluarga. Idul Adha adalah pembelajaran tentang motivasi dan usaha.

Saya terinspirasi sebuah seminar yang diisi seorang pemuda, Dewa Eka Prayoga, menerapkan prinsip ini ketika dirinya dililit utang hingga 7 miliar rupiah. Ia hanya menjalankan apa yang dilakukan Siti Hajar. Bergerak.

Siti Hajar berlari bolak-balik Shafa-Marwah mengejar fatamorgana. Secara logika, tidak mungkin sang wanita bisa mendapatkan air di Mekkah. Daerah itu tandus dan tidak ditinggali manusia karena kering.

Akan tetapi, itu menurut matematika manusia. Hitungan Allah berbeda. Siti Hajar tahu benar, baginya yang penting bergerak dan membuktikan pada Allah ia telah berusaha. Ia yakin Allah akan memberi jalan. Dan terbukti dengan dikucurkannya mata air zam-zam.

Untuk melunasi utang yang di atas kertas nyaris tak mungkin dilunasi, Dewa hanya bergerak sebagaimana Siti Hajar. Ia melakukan bisnis apa saja sekalipun terasa mustahil kelak bisa melunasi utangnya. Salah satunya bebisnis ceker, yang jika dihitung dalam matematika manusia, butuh waktu 800 tahun untuk membereskan utangnya.

Sebagaimana Siti Hajar, ia yakin selama bergerak, Allah akan memberi jalan keluar. Dan terbukti dalam dua tahun Allah memberi jalan padanya untu kmembersihkan utang-utang yang berjumlah miliaran.

Idul Adha juga secara implisit memotivasi umat Islam menjadi pribadi mapan. Sekalipun tidak wajib sebagaimana pergi haji, berkurban adalah ibadah yang sangat dianjurkan. Setiap muslim punya impian untuk datang ke Tanah Suci. Akan tetapi untuk mewujudkannya, membutuhkan dana yang tidak sedikit. Begitu pula berkurban.

Dengan kata lain, ibadah ini memberi motivasi pada kaum muslimin untuk memiliki penghasilan tinggi. Tidak sekadar cukup untuk makan dan kebutuhan sehari-hari, tapi juga penghasilan yang mampu membuat kita menabung.

Dari segi science, ternyata Idul Qurban memberi pembelajaran. Sebuah penelitian di Jerman mengungkap, penyembelihan hewan dengan cara syari, meski dianggap orang Barat kejam, terbukti secara ilmiah sebagai cara mematikan hewan paling beradab. Menyembelih dengan cara memukul terlebih dulu agar hewan pingsan, justru terbukti menyiksa, juga tidak sehat.

Idul Qurban mendidik umat berpikir cerdas memilih. Kita bisa membeli mobil mewah dan mahal, tapi semua hanya sanggup mengantar ke rumah, kantor, atau tempat tamasya. Akan tetapi, membeli hewan qurban membuat kita memiliki kendaraan yang akan mengantar kita ke surga. Insya Allah , selama keikhlasan, bukan alasan lain, yang menggerakkan.

Oleh: Asma Nadia

Red: Didi Purwadi

#resonansi #asma nadia #idul adha #idul qurban #qurban

Jihad sosial media

introspeksi utk diri sendiri..
Copas ajaa
Lihatlah detik ini..Jihad Sosmed Bukanlah Hal Main-main!
⚔📡📱🎞🖊📢📢
Di saat kamu mencibir temanmu sebagai tukang copas, di ujung sana hasilnya si penista agama sudah meringkuk penjara…
Di saat kamu meminta jangan bawa2 postingan ini itu di grup2, di ujung sana ada yang meneruskannya dan calon2 kepala daerah dari kubu musuh islam pun semua kalah…  
Di saat kamu bilang hoax dan data temanmu tidak akurat di ujung sana musuh2 islam sedang menebar fitnah membabibuta ke ulama2mu, menyebar gambar2 yang menghina Asma Allah, menghina Rasul dan AlQuran, meletakkan gambar tak senonoh di Baitullah… 

Para syuhada pun menangis di alam barzakh… 

Kamu tak adil!
Kalau hatimu tak tersentuh ikut berjihad bela agamamu, Janganlah ikut mencibir saudara2mu yang peduli akan bangsa dan agamanya…walau hanya lewat jari, sedikit waktu dan pulsa yg mrk beli dengan keringat sendiri…. 
Jika fikiranmu masih tak peduli bahwa memang ada ancaman serius ke negri dengan penduduk muslim terbesar ini, jangan pula ikut tertawakan saudaramu yang ikhlas berjuang itu, karena di saat kau tak peduli itu nama2 mereka sedang dicatat para malaikat, paling tidak sebagai muslim yang tak munafik dan lari dari kenyataan… 
# Sekarang memang eranya pertempuran informasi, eranya untuk memenangkan opini, eranya sesama muslim untuk saling menggugah hati lewat sentuhan jari, eranya saling memanggil dan mengingatkan lewat teknologi informasi… Kita tak ada pilihan lagi karena musuh2 Allah telah menguasai semua media besar.. mereka tak malu2 dan takut lagi memojokkan islam agamamu dengan jaringan yang mereka punya.. Jutaan jemari muslim memang lagi diperlukan melawan semua ini… #
Kamu Lihatlah sesekali di sana bagaimana sepakterjang musuh2 Allah, besar dan kecil, tua muda, laki2 wanita telah menyudutkan agama mu, menyebarkan gambar2 orang yang merobek2 Kitabmu, copas dan menyebarkan  

hal2 yang meracuni fikiran anak2mu tentang agama, dengan bahasa2 seolah berfikiran maju memasukkan faham liberal hingga *tak sadar anakmu malu dengan agamanya sendiri,*Lihat bagaimana mereka mengambil foto2 muslimah berhijab dan memakainya dalam akun2 penuh fitnah dan hujjah ke islam, asal kamu tahu mungkin saja itu juga foto anak dan istrimu…. Lihatlah juga bagaimana mereka menyebarkan narkoba ke pembuluh darah pemuda2 muslim….berton2 sekarang jumlahnya.. 
Lihatlah bagaimana mereka merusak menzinahi kaum wanitamu di tempat2 maksiat bekedok hiburan… Lihatlah bagaimana mereka memutarbalikkan hukum, yang salah dilindungi yang benar dijeruji bahkan mau dihabisi hidupnya… 
Lihatlah bagaimana mereka merusak ekonomimu, menjeratmu sekianlama dengan cicilan2 penuh riba, bagaimana mereka rasis di kantor2, bagaimana mrk membuat yang muslim pada mandek karirnya.. Mereka kompak dan masif meruntuhkan hidupmu, cepat atau perlahan tanpa kamu sadar… kamu terlupa dan terlena… 
“Jika kamu tak juga peduli dan malu ikut berjuang”, janganlah juga memojokkan saudaramu sendiri yang makin banyak memutuskan ikut berjuang…
Janganlah ikut membuat makin deras air mata para syuhada yang telah berjihad ratusan tahun silih berganti agar Agama Allah tetap tegak di bumi ini.. Ingatlah, mereka sekarang sudah di pangkuan Allah, mereka berjuang sesuai dengan zaman mereka, dengan pedang, darah dan airmata, saudaramu sekarang berjuang sesuai zamannya juga, dengan jemari dan hati baja… Kamu bagaimana? Di saat kamu sibuk menilai amalan mereka, adakah Allah telah menjamin akheratmu?? Adakah Allah tersenyum di ujung sakratul mautmu??? 
Semoga Allah mengampuni aku dan kamu…dan semua kaum mukmin yang ada di muka bumi ini… 
Subhanallah… !!

Ajarilah anak kita menjadi pejuang subuh

Afwn kisah yg bagus untuk menjadi pembelajaran penting buat kita sebagai orang tua. Silahkan disimak dan dinikmati.
Ada anak lelaki yang hampir setiap subuh ikut berjamaah, ia berdiri dan duduk persis di sebelah Ayahnya. Meniru semua gerakan Ayahnya, si Ayah sholat sunnah ia ikut, begitu seterusnya.
Ada anak usia sekitar tiga tahun yang kadang-kadang ikut Ayahnya ke masjid. Wajahnya terlihat baru bangun tidur, masih pakai diapers pula. Berdiri persis di samping Ayahnya mengikuti Ayahnya sholat sunnah sebelum subuh. Sampai gerakan sujud nggak bangun lagi, hingga Ayahnya selesai sholat, ternyata ia tertidur sambil sujud.
Ada lagi anak yang usianya juga sekitar tiga tahun. Juga berdiri di sebelah Ayahnya, namun pada saat sholat subuh tak berapa lama setelah takbir dan Imam membaca alfatihah, ia ngeloyor meninggalkan barisan. Hingga sholat subuh usai, biasanya ia duduk di pojok masjid menunggu Ayahnya selesai.
Ada pula Ayah yang membawa anaknya ke masjid dalam kondisi masih terlelap. Di gendong turun dari mobilnya, sampai ke masjid dan bahkan hingga jamaah bubar si anak tetap terlelap. Meski sang Ayah sudah mencoba membangunkannya. Maklum, masih usia dua tahun.
Yang menarik ada anak yang rajin ke masjid padahal tidak ada Ayahnya. Entah bagaimana ibunya mendidik, menarik pastinya. Meski tanpa Ayah yang sudah lama meninggal, ia tetap rajin ke masjid.
Selama masih ada barisan anak-anak yang berangkat ke masjid di subuh hari, meskipun dengan berbagai kepolosan perilakunya, maka masih jelas masa depan agama ini.
Selama masih ada orang tua, terutama para Ayah yang berupaya mengajak serta anak-anaknya sholat subuh berjamaah di masjid, akan kokohlah barisan pejuang agama Allah. Negara pun akan selamat.
Khawatir lah bila sudah tidak ada kalangan muda dalam barisan jamaah subuh di masjid-masjid, bagaimana nasib ummat ini di masa datang?
Ada riwayat yang terbaca, salah satu rahasia kehebatan para pejuang Aceh, yang membuat penjajah kesulitan mengalahkan rakyat Aceh adalah, Teuku Umar dan para panglima memilih pasukannya dari masjid-masjid di waktu subuh.
Mereka yang bangun subuh adalah para pejuang. Orang-orang yang bersungguh-sungguh, yang telah bisa mengalahkan rasa lelah dan malasnya, tak turuti kantuknya, menguasai egonya.
Kagum kepada para orang tua yang tak lelah mengenalkan, mengajarkan dan memberi contoh kepada anak-anaknya untuk sholat berjamaah subuh di masjid. Kelak anak-anak ini menjadi pribadi yang tangguh raga dan jiwanya.
Tak perlu khawatir, bila subuh saja bisa dikuasai, kelak masa depan bisa digenggam. @bayugawtama

The Lucifer

Assalamu’alaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh
Bung Rizki yg terhormat semoga selalu dirahmati dan dilindungi oleh ALLAH SWT.
Saya ingin bertanya tentang Lucifer, sesosok nama malaikat cahaya yg menjadi simbol kepercayaan kaum paganis atau yg lebih sering disebut sebagai The God of Light, The Fallen Angel dan bintang fajar. Apakah Lucifer ini berasal dari bangsa jin ataukah malaikat? Sebab saya pernah dengar dari teman yg berkepercayaan Kristen, Lucifer ini adalah dari bangsa malaikat yg ketika semua malaikat disuruh untuk bersujud pada Nabi Adam AS, ada 1 makhluk yg membangkang dan menurut kepercayaan mereka, Lucifer-lah biang keladinya (Kalau di Islam, kita mengenal Iblis) lalu Lucifer ini dikutuk Tuhan dan diusir ke bumi, maka jadilah ia disebut The Fallen Angel yang telah hilang sifat2 malaikatnya. Lalu apakah dalam Islam kita juga mengenal Lucifer? Apakah ada kesamaan antara Lucifer dengan Iblis?
Terima kasih atas kesediaan bung Rizki untuk menjawabnya.
Wa’alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh,
Bung Hamid Ghufry yang senantiasa dirahmati dan dilindungi Allah SWT, pertama-tama yang harus ditekankan di sini ialah jika kitab suci al-Qur’an maupun Hadits tidak ada yang menuliskan kata “Lucifer”. Jadi, bisa dipastikan jika Islam tidak mengenal istilah “Lucifer”. Walau demikian, ada istilah dalam Islam yang mewakili semua yang ada dalam diri Lucifer, yakni Iblis. Memang, kosakata “Lucifer” sendiri berasal dari perbendaharaan kebudayaan Barat.
Kita tentu sudah mengetahui jika Iblis (berasal dari bahasa Arab “Abasa” yang memiliki arti sebagai “Pembangkang”) diciptakan Allah Swt dari zat sejenis api atau cahaya, sama dengan asal penciptaan Malaikat. Hanya saja, ketika Allah Swt memerintahkan agar semua mahluk bersujud kepada Adam a.s., hanya iblis yang menolak perintah Allah Swt. Sebab itu dia dinamakan pembangkang (Abasa, Iblis).
Allah Swt di dalam kitab suci al-Qur’an surat Al-Baqarah (2) ayat 34 berfirman:
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah” kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.”
Dari ayat ini kita mengetahui jika Iblis tadinya berada di antara para malaikat, namun karena membangkang, derajatnya diturunkan sehingga dia termasuk ke dalam golongan orang-orang kafir. Dengan kata lain, orang-orang kafir yang tidak mau atau enggan menerima ketauhidan sama derajatnya dengan iblis. Naudzubillah min dzalik!
Iblis dan Lucifer memang serupa. Hanya saja, karena kekristenan yang ada sekarang banyak sekali mengadopsi ajaran paganisme Roma yang berurat-akar pada paganisme Mesir Kuno (Osirian Rite) sejak zaman Firaun dengan para pendeta Kabbalah-nya, maka sosok Lucifer juga ditempeli dengan berbagai istilah seperti The God of Light, The Fallen of Angel, dan sebagainya. Lucifer memiliki arti secara harfiah sebagai “Cahaya”, sama seperti pengertian “Illuminaty” yang juga merujuk pada Cahaya. Maria Magdalena sering juga disebut oleh kaum Yohanit sebagai The Illuminatrix, Sang Dewi Cahaya.
Sekarang ini, kelompok-kelompok Kabbalis seperti Zionis-Yahudi, Freemasonry, Templar, Rosikrusian, dan ribuan sekte kecil yang menyempal di dalam keyakinan Barat, menyatakan jika Lucifer adalah malaikat yang dianiaya Tuhan, sama seperti legenda Maria Magalena yang disebut sebagai perempuan suci yang dianiaya oleh Gereja. Ini semua berangkat dari keyakinan paganis.
Islam hanya mengenal iblis, bukan Lucifer. Wallahu’alam bishawab, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sumber: Era Muslim

%d bloggers like this: