Archive for the ‘Umum’ Category

Dari Bertani sampai Budaya

Penjelajahan wilayah sentral pertanian di Kecamatan Parigi – Moutong. Sejak tahun 2011 saya terjun lansung ke dunia pertanian sampai saat ini di tahun 2017, saya melihat bahwa kesuksesan pertanian di daerah Sulawesi Tengah terfokus di daerah pusat transmigrasi. Beberapa di antaranya adalah daerah Tolai, Kotaraya,  Sausu, dan Toili. Sementara daerah non-transmigrasi yang menjadi sentra pertanian hanyalah di sekitaran Soni-Bangkir dan sekitarnya.

Kemungkinan asumsi saya yang menjadi faktor pendukung kesuksesan adalah kulutr dari masyaraka itu sendiri. Sekali lagi saya katakan ini masih asumsi, belum berdasarkan hasil studi penelitian semisal survei langsung ke daerah tersebut. Namun asumsi ini bukan berarti tidak beralasan. Beberapa hal yang saya jadikan dasar pertimbangan saya adalah hasil pantauan dilapangan dan membandingkannya dengan daerah lain yang sebenarnya memiliki potensi wilayah yang sama namun sektor pertaniannya tidak berkembang. Contohnya daerah Sigi-Biromaru yang berada di jalur timur, khususnya Kec Marawola, Kab Ampana mulai dari Kec Tojo sampai Ampana Tete. Selain daerah transmigrasi yang saya sebutkan tadi, daerah-daerah lainnya belum ada yang menyaingi.

Ada satu wilayah yang non-transmigrasi yang sebutkan, yakni Soni-Bangkir dan sekitarnya. Nah coba kita telusuri, wilayah tersebut juga daerah pemukiman warga pendatang, bukan warga asli setempat. Mari kita cari daerah pertanian yang penduduk aslinya sukses bertani. Mungkin kita akan memasukkan desa Sibalaya yang berada di Kab Sigi, tapi anda tahu berapa luasannya? Hanya sekitar 300 ha, itu pun kita belum menghitung volume panennya dalam setahun, tentunya masih tertinggal jauh. Sebab kesadaran dan kemampuan budidayanya masih kalah jauh jika dibandingkan dengan warga transmigrasi.

Jika kita bandingkan lagi dengan propinsi tetangganya yang berada di bagian selatan, kita akan menemukan perbedaan yang signifikan. Dimana antusiasme warga lokal dalam membangun sektor pertaniannya sangat tinggi. Coba bayangkan jika daerah-daerah transmigrasi di wilayah Sulteng tadi kita keluarkan dari data pertanian Sulawesi Tengah, maka yang terjadi adalah warga Sulawesi Tengah akan defisit beras bahkan sampai terancam kelaparan. Bagaiman tidak mungkin terjadi, warga lokalnya hanya mengandalkan sektor perkebunan dan hutan saja. Sementara yang bertani untuk tanaman palawija dan hortikultura hanya sedikit dan itu pun masih menggunakan teknologi seadanya dan kadang sangat mengirit biaya produksi, kalo perlu tidak usah mengeluarkan biaya sedikit pun boleh jadi. Apalagi kalo berbicara tentang budiaya tanaman hortikultura. Dan yang saya ketahui, warga lokal yang membudidayakan komodity hortikultura hanya di wilayah Kec Labuan dan Kec Mepanga (sekitar Kotaraya). Akan tetapi, persentasenya lagi-lagi jauh jika dibandingkan dengan warga pendatang.

Jadi, sebagai salah satu warga keturunan masyarakat asliLembah Palu, saya menghimbau kepada seluruh sarara-sampesuvuku pura. Mari kita tingkatkan kualitas sumberdaya kita. Maaf, mungkin tulisan ini cederung berpaham chauvinisme, namun menurut saya ini penting dan bahkan hukumnya fardhu. Sebab jika tidak demikian, kita hanya akan menajdi penonton di rumah sendiri. Sungguh memilukan bukan?

Kita lihat saja nasib masyarakat melayu Singapura yang terpinggirkan oleh dominasi etnik pendatang, baik dari etnik Tionghoa, India, Arab dan Eropa. Populasi dan dominasi mereka di bidang ekonomi sangat luarbiasa. Warga lokal hanya menjadi jongos di kampung sendiri, bila ada yang menjadi bos di sektor bisnis mungkin hanya bisa di hitung dengan jari. Itupun hanya jari tangan saja, jari kaki tidak masuk hitungan, hehehe… Mudah-mudahan tidak sampai separah itu.

Tidak menutup kemungkinan hal demikian akan terjadi di tanah kita ini. Memang warga transmigrasi tersebut masih masuk dalam lingkup saudara sebangsa dan setanah air. Tapi sungguh sangat miris jika warga lokal hanya menjadi penonton di derahnya sendiri.

Bila hal itu terjadi, bisa jadi kebudayaaan serta kearifan lokal yang mestinya bisa kita eksplorasikan dan pertahankan di tanah sendiri akan terkikis habis oleh budaya dan kultur masyarakat yang berasal dari luar tanah ini.

Wah, diawali dari bicara soal pertanian sampai nyambung ke masalah budaya. Kelihatannya tidak nyambung, tapi begitulah keadaannya. Ketikahal-hal semacam ini luput dari perhatian kita, maka tak terasa nanti hal-hal besar pun akan berlalu tanpa kita sadari. Mungkin saja beberapa tahun kedepan anak-anak kita sudah tidak mempelajari bahasa lokal di bangku sekolah. Padahal bahasa merupakan warisan budaya yang perlu dilestarikan. Selain bahasa, pakaian, makanan, alat musik lokal pun akan hilang dan tidak akan pernah lagi diajarkan untuk anak keturunan kita, yang ada adalah generasi kita kehilangan identitas sejarah daerahnya. Saat ini pun sudah sangat terasa dimana dokumentasi dan sumber-sumber sejarah tanah ini mulai hilang. Untungnya sejarah kebudayaan kita masih terselamatkan dengan adanya situs megalitikum yang berada di Lembah Bada, Besoa, Napu (Kab. Poso) dan sebagiannya di Kab. Sigi.

Kalo bukan kita sediri yang menjaganya, siapa lagi?

Advertisements

Allah Maha Melihat

Sebagai seorang guru tasawuf, Syekh Atho’ Assilami sangat disegani oleh para muridnya. Meskipun hanya berjumlah tujuh orang, ada saja salah satu di antaranya yang menjadi kesayangan Syekh Atho’. Namanya Ibrahim. Dasar maslah hati, mau disimpan bagaimanapun kecintaan Syekh Atho’ pada Ibrahim tetap terbaca oleh keenam murid lainnya. Praktis, hal itu menimbulkan kecemburuan tersendiri di kalangan mereka.

Syekh Atho’ ternyata menyadari hal itu. Namun, ia pun juga tak ingin menimbulkan perselisihan dengan menjelaskan secara panjang lebar kelebihan Ibrahim dibanding teman seperjuangannya itu. Takut jikalau itu malah tidak objektif dan terlalu dilebih-lebihkan. Yang justru, nantinya malah akan meningkatkan rasa kecemburuan di antara mereka, para muridnya.

Akhirnya, Syekh Atho’ pun memiliki cara yang lebih elegan. Dipanggilnya ketujuh muridnya untuk diberi tugas. Ia berkata kepada murid-muridnya,

“Wahai anak-anakku. Sembelihlah ayam ini, namun jangan sampai ada siapa pun yang mengetahuinya. Siapa pun ia,” perintah Syekh Atho’ tegas.

Setelah kesemuanya menerima ayam dan sebilah pisau, ketujuh muridnya lalu dipersilakan untuk mencari tempat sesuka mereka. Tanpa pikir panjang dan tunggu lama, murid-murid itu pun bergegas mencari lokasi yang tepat, yang tersembunyi, yang—menurut mereka—tidak akan terlihat oleh siapa pun.

Tak selang beberapa lama, satu per satu murid Syekh Atho’ pun kembali dengan membawa ayam yang telah terpotong lehernya. Sambil berkata congkak bahwa mereka yakin tak ada siapa pun yang mengetahuinya.

Tetapi, setelah sekian lama, ada salah satu murid Syekh Atho’ yang tak kunjung kembali. Ya, ia adalah Ibrahim, murid kesayagannya. Semua temannya heran, mengapa ia begitu bodohnya mencari lokasi tersembunyi, batin teman-temannya. 

Berbeda dengan Syekh Atho’, ia justru tampak tenang sekali. Ternyata, beberapa saat kemudian Ibrahim kembali dengan ayam yang masih hidup. Tanpa pisau yang berdarah, dan ayam yang masih juga bersih.

Syekh Atho’ pun dengan bangga lantas bertanya, “Wahai Ibrahim, mengapa ayammu masih hidup? Bukankah aku perintahkanmu untuk menyembelihnya?”

“Maaf sang guru, bukannya saya hendak melawan perintah Anda. Namun, saya benar-benar tak bisa menyembelih ayam ini tanpa diketahui siapa pun. Bagaimanpun juga, saya tidak bisa mengingkari hati nurani saya bahwa di mana pun saya berada, Allah akan tetap melihat apa yang saya kerjakan,” jawab Ibrahim dengan lugunya.

Sontak, seluruh temannya tertunduk malu. Bagaimana mereka begitu yakin, jika tidak ada siapa pun yang melihat perlaku mereka. Padahal sang guru telah mendidik hatinya sedemikian rupa, agar mereka selalu menancapkan Allah dalam relung sanubari. 

Lewat kejadian itu pun, para murid akhirnya sadar mengapa sang guru begitu sayang terhadap Ibrahim. Dan sejurus dengan kesadaran mereka, Ibrahim lantas dipersilakan duduk di samping gurunya itu. Sedang Syekh Atho’ tanpa berkata apa pun, kembali terpejam dan melanjutkan dzikirnya. (Ulin Nuha Karim)

Kisah ini disarikan dari buku “Menuju Ketenangan Batin”, kumpulan karya tulis KH M Cholil Bisri (Kompas, 2008)  

Inilah 5 Hal yang Tidak Boleh Ibu Rumah Tangga Lakukan di Sosial Media

Inilah 5 Hal yang Tidak Boleh Ibu Rumah Tangga Lakukan di Sosial Media http://www.ummi-online.com/inilah-5-hal-yang-tidak-boleh-ibu-rumah-tangga-lakukan-di-sosial-media.html

  11 Oktober 2017, 11:24:21 WIBRubrik : Pasutri
  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 12483 Kali

Inilah 5 Hal yang Tidak Boleh Ibu Rumah Tangga Lakukan di Sosial Media

Sahabat Ummi, sosial media saat ini sudah menjadi sesuatu yang pasti dimiliki oleh setiap orang yang terhubung ke internet, tak terkecuali ibu rumah tangga. 

Akan tetapi, selain manfaat yang diberikan, kita perlu mewaspadai hal negatif yang mungkin ditimbulkan dari interaksi di sosial media. Berikut ini beberapa hal yang tidak boleh dilakukan ibu rumah tangga di sosial media:

1. Curhat masalah rumah tangga

Banyak ibu rumah tangga yang terjebak melakukan curhat di akun sosial medianya. Padahal cara ini sangat mungkin mendatangkan keburukan di kemudian hari, minimal membuat orang sekitarnya tidak bersimpati padanya karena membuka aib diri sendiri.

Sebenarnya jika caranya tepat, curhat di sosmed masih bisa dilakukan. Misalnya dengan menyembunyikan identitas atau menyamarkan permasalahan:

“Saya punya teman yang suaminya blablabla, sebaiknya bagaimana ya menasihati suami seperti itu?”

Menyembunyikan identitas lebih baik daripada curhat, “Suami saya blablabla… mertua saya blablabla…”

2. Pamer kecantikan

Sebentar-sebentar upload foto selfie, upload ootd (outfit of the day), dengan tujuan untuk menangguk pujian dari followers.

Apa sih niat memperlihatkan foto selfie dan ootd cantik kita? Pamer kecantikan di depan suami malah malas, padahal berpahala, tapi pajang foto di sosmed rajin sekali, hal seperti ini perlu diwaspadai.

3. Pamer kemesraan

Mesra dengan pasangan hidup sendiri amat baik, tapi ketika kemesraan tersebut diposting ke ranah publik dengan begitu seringnya, justru berpotensi membawa akibat buruk untuk rumah tangga kita.

Banyak orang yang hasad atau iri, bahkan dengki sehingga ingin melenyapkan kebahagiaan orang lain. Tentunya kita tak ingin postingan kita di sosmed menjadi boomerang seperti ini.

4. Pamer anak

Hal bahaya lainnya yang banyak dilakukan oleh ibu rumah tangga di sosial media adalah memamerkan anak, baik kelucuannya maupun kerupawanan anak kita. 

Sayangnya, hal ini berisiko mendatangkan penyakit ‘ain:

Ibnul Atsir Rahimahullah berkata, “Dikatakan bahwa Fulan terkena ‘ Ain , yaitu apabila musuh atau orang-orang dengki memandangnya lalu pandangan itu mempengaruhinya hingga menyebabkannya jatuh sakit,” (An-Nihayah 3/332).
Sekilas ini terkesan mengada-ada atau sulit diterima oleh akal. Akan tetapi Rasulullah menegaskan bahwa ‘ain adalah nyata dan ada. Rasulullah bersabda, “Pengaruh ‘ain itu benar-benar ada, seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, ‘ainlah yang dapat melakukannya,” (HR. Muslim).
Contoh kasus, foto anak yang lucu dan imut diposting di sosial media. Kemudian bisa saja terkena ‘ain. Anak tersebut tiba-tiba sakit, nangis terus dan tidak berhenti. Padahal sudah diperiksakan ke dokter dan tidak ada penyakit. Bisa juga gejalanya tiba-tiba tidak mau menyusui sehingga kurus kering tanpa ada sebab penyakit.
5. Membuli orang lain dengan kata-kata

Ibu rumah tangga juga sebaiknya tidak melayangkan status atau komentar negatif di sosial media, baik berupa kata-kata kasar, sindiran, makian, atau bentuk bulian lainnya.

Foto ilustrasi : Google

KOPI 7 Elemen

KOPI 7 ELEMEN (Seven Elements Coffee)​
Kopi Tujuh Elemen terdiri dari herba pilihan yang telah diracik secara khusus sehingga memberikan khasiat yang luar biasa dan banyak manfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga.

Kopi 7 Elemen adalah minuman yang terdiri dari kopi dengan 7 elemen tanaman: biji, akar, batang, kulit, daun, bunga, dan buah.

 

KOMPOSISI
Bunga Gula Palm, Buah Mengkudu, Kulit Manggis, Akar Jahe, Batang Kayu Angin, Biji Habbatussauda, Daun Sendok.

 

MANFAAT DAN KANDUNGAN
Bunga Gula Palm | ENERGI
Sebagai sumber energi, mengatasi asma, anemia atau kurang darah, kusta, batuk dan demam, baik untuk , pertumbuhan anak, makanan awal untuk penderita typhoid, pankreas, memperkuat kerja jantung, memiliki khasiat seperti madu.

Buah Mengkudu | RILEKS
Bersifat sedatif (menenangkan), hipotensif (menurunkan tekanan darah), analgesik (penghilang rasa sakit), anti oksidan, anti histamin.

Kulit Manggis | ANTIOKSIDAN
Sebagai antiproliferasi (menghambat pertumbuhan dan menghancurkan sel kanker), mencegah penyakit jantung, mengatasi diare, mengatasi gangguan haid.

Akar Jahe | BIO ENERGI
Mengatasi masalah pencernaan, perut kembung, migrain, melancarkan peredaran darah, mengatasi masalah pernafasan, meningkatkan daya tahan tubuh.

Batang Kayu Angin | ANGIN
Obat masuk angin, mengatasi infeksi saluran nafas, TBC, mencret, disentri, sariawan, peluruh air seni, batuk.

Biji Habbatusauda | RAJA (SEMUA PENYAKIT)
Bersifat aprodisiak, adaptogen (meningkatkan kekebalan tubuh), antihistamin/antialergi, antitumor, anti kanker, anti bakteri, anti virus, anti jamur, anti inflamasi.

Daun Sendok | URINE SYSTEM
Untuk gangguan pada saluran kencing, batu ginjal, pembengkakan dan radang prostat, infeksi saluran kencing, anti-diabetes, hepatoprotektor
Kode : 90-100/130/25

Isi : 20 sachet @23 gr

Doa Memohon Istri dan Anak Sebagai Penyenang Hati

Doa Memohon Istri Dan Anak Sebagai Penyenang Hati

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a’yun, waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa.

Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Al-Furqaan [25]: 74).

Sangat dianjurkan jika seorang muslim memperbanyak doa ini untuk memperbaiki istri, keturunan dan dirinya sendiri.

Penjelasan ulama:
Ibnu Katsir berkata, “Mereka (hamba yang beriman) berdoa kepada Allah agar mendapatkan keturunan yang taat kepada Allah dan menyembah Allah semata tidak berbuat syirik kepada-Nya.” Masya Allah… Tafsiran yang sangat bagus. Yang orang beriman harap adalah mendapatkan keturunan yang rajin ibadah dan bertauhid kepada Allah, bukan keturunan yang berbuat syirik.

Ibnu ‘Abbas berkata, “Yaitu mereka (ibadurrahman) meminta agar mendapatkan keturunan yang gemar beramal ketaatan sehingga sejuklah mata mereka di dunia dan akhirat.”

‘Ikrimah berkata, “Yaitu mereka (orang yang beriman) tidaklah menginginkan keturunan yang memiliki paras cantik, akan tetapi yang mereka inginkan adalah keturunan yang taat.”

Al Hasan Al Bashri ditanya mengenai ayat di atas. Beliau pun berkata, “Yang ingin dilihat Allah pada hamba muslim dari istri, saudara, dan sahabat karibnya adalah mereka semua taat pada Allah. Wallahi, demi Allah, tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan pandangan mata seorang muslim melebihi ketaatan pada Allah yang ia lihat pada anak, cucu, saudara dan sahabat karibnya.”

Ibnu Juraij berkata mengenai ayat tersebut, “Hamba beriman meminta pada Allah agar keturunannya dapat beribadah dan memperbagus ibadahnya kepada Allah, tidak berbuat maksiat dan tindak kejahatan.”

‘Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata, “Orang beriman meminta kepada Allah agar istri-istrinya dan keturunannya mendapatkan hidayah Islam.”

Sedangkan ayat, “Dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”:
Ibnu ‘Abbas, Al Hasan Al Bashri, Qotada, As Sudi, Ar Robi’ bin Anas menafsirkan ayat tersebut, “Ya Allah, jadikanlah kami sebagai imam yang dapat menunjuki dalam kebaikan.”

Ada pula ulama yang mengatakan bahwa maksudnya adalah ia meminta pada Allah agar ia sendiri mendapatkan petunjuk dan sebagai pengajak kepada kebaikan. Hamba Allah yang mewariskan kebaikan pada keturunannya, inilah yang dipuji dalam hadits, “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631). Orang tua yang menunjuki anak dan keturunannya dalam kebaikan, ia termasuk dalam hadits ini.

Dibagikan melalui aplikasi “Apa Doanya”. Tersedia untuk Android, BlackBerry 10, Windows Phone/Desktop, Windows 10, Nokia X, Firefox OS dan BlackBerry OS 6-7. Unduh di http://wp.me/p3ieiY-b

Sumber: http://rumaysho.com/belajar-islam/tafsir-al-quran/3690-sifat-ibadurrahman-7-meminta-anugerah-istri-dan-anak-sebagai-penyejuk-mata.html

Tujuh hal sepele yg membuat kita mudah diganggu Setan

Sahabat Ummi, kita sering menyepelekan sesuatu yang padahal telah diwanti-wanti oleh Rasulullah sebagai perbuatan syetan atau bisa menyebabkan syetan mudah mengganggu diri kita. 

Syetan itu dijelaskan Allah dalam Al quran sebagai musuh yang nyata bagi manusia. Mereka jelas-jelas mengganggu dan bisa menyesatkan kita.

Jika Sahabat Ummi merasa sangat mudah marah, malas ibadah, gampang lelah, coba deh hentikan melakukan hal-hal yang bisa memudahkan syetan mengganggu diri kita atau bahkan masuk ke dalam tubuh kita. Ajarkan juga keluarga dan teman-teman terdekat mengenai bahaya ini.

Berikut ini 7 di antaranya:

1. Menguap lebar tanpa menutup mulut

“Menguap adalah dari setan, maka jika salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia menahannya sedapat mungkin.” (HR Muslim)

“Apabila salah seorang di antara kalian menguap maka hendaklah menutup mulut dengan tangannya karena syeitan akan masuk (ke dalam mulut yang terbuka). ” (HR. Muslim no.2995 (57) dan Abu Dawud no.5026)

2. Makan dan minum tanpa mengucap basmallah

“Sungguh, setan menghalalkan makanan yang tidak disebutkan nama Allah padanya.” (HR Abu Daud)

3. Makan dan minum dengan tangan kiri

“jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya” (HR. Muslim no. 2020)

4. Memakai segala sesuatu dari bagian kiri tubuh

5. Tidak mengibas tempat tidur sebelum menggunakannya
 “Apabila salah seorang dari kalian hendak barbaring di tempat tidurnya hendaklah ia kibas-kibas tempat tidurnya itu dengan sarungnya. Karena dia tidak tahu apa yang terjadi pada tempat tidurnya setelah ia tinggalkan sebelumnya.” (HR Bukhari Muslim)
Hadits lainnya sebagai tambahan: “Bagi orang yang bangun dari tempat tidurnya kemudian kembali lagi, maka dianjurkan untuk mengibasinya kembali.” (Sebagaimana hadits riwayat Tirmidzi. 3410, dishahihkan dalam Kalim Thoyyib: 3410)
“Tidak ada satu kasur pun yg tergelar di dalam suatu rumah yg tidak ditiduri oleh manusia, kecuali SETAN AKAN TIDUR DI ATAS KASUR ITU…” (Akamul Marjan fi ahkamil Jaan hal.150)
6. Masuk kamar mandi tidak membaca bismillah atau doa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika memasuki jamban, beliau ucapkan: Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan) (HR. Bukhari muslim)

“Masuklah ke dalam jamban (WC/toilet) dengan mendahulukan kaki kiri, ke luar dengan mendahulukan kaki kanan.” (H.R. Tirmidzi)

7. Buang kotoran sembarangan

Baik kotoran hajat (buang air kecil, buang air besar), ataupun berupa darah kotor bekas pembalut, bekas berbekam dllsb. 

“Takutlah (jauhilah) dua perbuatan terkutuk!”
Para sahabat bertanya, “Apakah kedua perbuatan itu wahai Rasulullah?”
Jawab Beliau, “Orang yang buang air besar di jalan tempat orang banyak melintas atau di tempat mereka berteduh (seperti di bawah pohon).” (H.R. Muslim).
“Jangan buang air di lubang binatang, di jalan tempat orang lewat, di tempat berteduh, di sumber air, di tempat pemandian, di bawah pohon yang sedang berbuah, atau di air yang mengalir ke arah orang-orang yang sedang mandi atau mencuci.” (H.R. Muslim, Tirmidzi)
Semoga kita senantiasa berhati-hati dan tidak menyepelekan permasalahan ini.
sumber :

http://www.ummi-online.com/7-hal-sepele-yang-bisa-membuatmu-mudah-diganggu-syetan.html

HAJAR ASWAD DAHULU PUTIH

Eramuslim.com – Hajar Aswad adalah batu yang berada pada salah satu sisi ka’bah yang kita disunnhakan untuk menciumnya  jika mampu pada salah satu manasik haji dan umrah. Batu ini berwarna hitam karenanya dinamakan sebagai hajar yang berarti batu dan aswad yang berarti hitam. Dahulunya Hajar Aswad berwarna putih dan merupakan batu yang berasal dari surga. Banyaknya dosa manusia menyebabkan  batu tersebut menjadi berwarna hitam.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan, beliau bersabda,
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « نَزَلَ الْحَجَرُ الأَسْوَدُ مِنَ الْجَنَّةِ وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِى آدَمَ »
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hajar aswad turun dari surga padahal batu tersebut begitu putih lebih putih daripada susu. Dosa manusialah yang membuat batu tersebut menjadi hitam”.
Diriwayat yang lain, batu tersebut lebih putih dari warna salju.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « الْحَجَرُ الأَسْوَدُ مِنَ الْجَنَّةِ وَكَانَ أَشَدَّ بَيَاضاً مِنَ الثَّلْجِ حَتَّى سَوَّدَتْهُ خَطَايَا أَهْلِ الشِّرْكِ.
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hajar aswad adalah batu dari surga. Batu tersebut lebih putih dari salju. Dosa orang-orang musyriklah yang membuatnya menjadi hitam.”
Syaikh Al-Mubarakfuri  rahimahullah menjelaskan bahwa dzahir hadits menjelaskan demikian dan ini bukan makna kiasan. Beliau berkata,
صارت ذنوب بني آدم الذين يمسحون الحجر سببا لسواده ، والأظهر حمل الحديث على حقيقته إذ لا مانع نقلاً ولا عقلاً
“Dosa Bani Adam menyebabkan batu menjadi hitam dan (pendapat) yang lebih kuat adalah memahami dzahir hadits sebagaimana hakikatnya, tidak ada penghalang baik secara akal maupun dalil.”
Mengapa tidak menjadi putih lagi?
Tentu kita bertanya kenapa tidak menjadi putih lagi dengan kebaikan manusia dan tauhid orang-orang yang benar. Jawabannya adalah sebagaimana penjelasan Ibnu Hajar Al-Asqalani bahwa Allah telah menetapkan hal ini meskipun Allah mampu mengubahnya.
Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah berkata,.
اعترض بعض الملحدين على الحديث الماضي فقال ” كيف سودته خطايا المشركين ولم تبيضه طاعات أهل التوحيد ” ؟
وأجيب بما قال ابن قتيبة : لو شاء الله لكان كذلك وإنما أجرى الله العادة بأن السواد يصبغ ولا ينصبغ ، على العكس من البياض .
“ Sebagian orang yang menyimpang menentang hadits ini, mereka berkata: bagaimana bisa hitam karena kesalahan orang musyrik tetapi tidak bisa menjadi putih kembali dengan ketaatan ahli tauhid? Maka di jawab oleh Ibnu Quthaibah, jika saja Allah berkehendak maka bisa saja akan tetapi Allah menetapkan bahwa warna hitam itu memberikan warna bukan terwarnai berkebalikan dengan warna putih”
Al-Muhibb At-Thabari menjelaskan bahwa ini agar menjadi pelajaran bagi manusia dan bias dilihat. Beliau berkata,
ج. وقال المحب الطبري : في بقائه أسود عبرة لمن له بصيرة فإن الخطايا إذا أثرت في الحجر الصلد فتأثيرها في القلب أشد .انظر لهما : ” فتح الباري ” ( 3 / 463 ) .
“Tetap putihnya warna batu adalah sebagai pelajaran, jika saja kesalahan pada batu menjadi keras maka lebih berbekas lagi pada hati.”
Hajar aswad akan menjad saksi hari kiamat
Sebisa mungkin kita berusaha menyentuh hajar Aswad dan menciumnya ketika melakukan ibadah haji dan umrah karena ia akan bersaksi di hari kiamat kelak. Sebagaimana dalam hadits,
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى الْحَجَرِ « وَاللَّهِ لَيَبْعَثَنَّهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَهُ عَيْنَانِ يُبْصِرُ بِهِمَا وَلِسَانٌ يَنْطِقُ بِهِ يَشْهَدُ عَلَى مَنِ اسْتَلَمَهُ بِحَقٍّ »
Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda mengenai hajar Aswad, “Demi Allah, Allah akan mengutus batu tersebut pada hari kiamat dan ia memiliki dua mata yang bisa melihat, memiliki lisan yang bisa berbicara dan akan menjadi saksi bagi siapa yang benar-benar menyentuhnya.”
@Pogung Lor,  Yogyakarta Tercinta
Penulis: dr. Raehanul Bahraen
Sumber: https://muslim.or.id/31939-hajar-aswad-batu-surga-dahulunya-berwarna-putih.html [kl]

%d bloggers like this: