Archive for the ‘Umum’ Category

Jangan tempel sembarangan

 

 

Suatu hari saat anak2 mengikuti pelajaran  agama di kelas…!

 

Ustazah : “Siapa yg tahu do’a masuk WC…? Angkat tangan…!”

Lia : “Saya ustazah….”

 

Ustazah : “Ok Lia, ayo baca…!”

Lia : “Allahumma Inni A’uu dzubika minal khubutsi wal khobaiz”

 

Ustazah : “Wah bagus sekali Lia…, Siapa yg ajari kamu…?”

Lia : “Ummi…, di rumah, ummi tempel dekat pintu kamar mandi. Tiap hari ummi baca….”

Continue reading

Suami – Istri bersentuhan apakah membatalkan wudhu?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh sahabat Mari Berbagi. Apa kabar kalian semua? Semoga selalu sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wata’ala. Malam hari ini admin akan membagi sedikit pengetahuan menganai fiqih wudhu, khususnya untuk masalah bersentuhan antara suami – istri. Disini admin akan memberikan penjelasan yang pernah dimuat oleh harian Republika.co.id pada tanggal 20 Maret 2017. Mari kita simak bersama.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Allah menciptakan setiap makhluk berbeda-beda. Demikian juga dengan manusia. Manusia diciptakan secara berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan (QS an-Najm [53]: 45, an-Naba [78]: 8). Tujuannya agar mereka saling kenal mengenal (QS al-Hujurat [49]: 13), saling mengingat kebesaran Allah (QS adz-Dzaariat [51]: 49), dan hanya menyembah kepada Allah SWT (QS al-Bayyinah [78]: 5, adz-Dzaariat [51]: 56).

Mereka diciptakan oleh Allah SWT untuk saling melengkapi, saling menyayangi, mengasihi, dan meneruskan keturunan (anak). Untuk itu, Islam mengatur hubungan antara laki-laki dan perempuan. Agar hubungan itu terbina dengan baik, maka keduanya harus menikah. Sebelum menikah ada proses khitbah (meminang) atau saling kenal.

Pertanyaannya, apakah seorang laki-laki dan perempuan yang telah diikat oleh sebuah tali pernikahan, bila mereka telah berwudhu lalu bersentuhan kulit akan membatalkan wudhunya?

Dalil yang dijadikan dasar dari persoalan ini adalah surah al-Maidah [5] ayat 6.

”Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”

Lalu, apakah maksud dari kata ‘menyentuh wanita’ (laamastum an-nisaa’) itu? Dalil ini, pada dasarnya adalah dalam konteks wudhu. Para ulama, berbeda pendapat mengenai larangan menyentuh perempuan yang menyebabkan batalnya wudhu.

Menurut pendapat jumhur (mayoritas) ulama, kata lamastum an-nisaa` dalam ayat di atas artinya adalah menyentuh. Maka, apabila menyentuh perempuan, hukumnya membatalkan wudhu. Siapa pun orangnya, baik yang menyentuh maupun yang tersentuh, keduanya wajib berwudhu.

Selain ayat di atas, dalil yang dipergunakan adalah bersumber dari Ma’qil bin Yasar. Nabi SAW, bersabda: ”Sesungguhnya, ditusuknya kepala salah seorang di antara kamu dengan jarum besi, itu lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR Thabrani dalam Al-Kabir XX/211 dengan isnad hasan, dan HR Baihaqi).

Dalam hadis lain disebutkan, ”Siapa yang menyentuh telapak tangan wanita tanpa alasan yang membolehkan maka akan diletakkan di atas tangannya bara api di hari kiamat.”

Pendapat ini dianut oleh mazhab Syafii. Mereka berargumentasi, larangan bersentuhan dengan orang yang bukan muhrimnya sebagai bentuk kehati-hatian. Namun, apabila orang yang sentuhan itu ada pembatas (kain), hal itu tidak membatalkan.

Ulama Malikiyah (ulama yang bermazhab Maliki) berpendapat, yang dimaksud dengan kata laamastum an-nisaa’ dalam surah al-Maidah ayat 6 adalah laamisa (saling menyentuh). Karena itu, menurut mazhab ini, jika hanya satu orang saja yang menyentuh, dan yang lain tidak menyentuh maka hukumnya tidak membatalkan wudhu.

Sementara itu, para mufasir (ahli tafsir) berpendapat, yang dimaksud dengan kata laamastum an-nisaa’ di atas, maknanya adalah menyetubuhi. Karena itu, menurut mereka, yang dimaksud dengan membatalkan wudlu adalah apabila menyetubuhi seorang perempuan. Pendapat ini didukung oleh ulama Hanafiyah (ulama yang menganut mazhab Hanafi).

Ulama Hanabilah (golongan Hanbali) berpendapat, tidaklah membatalkan wudhu apabila menyentuh perempuan yang bukan muhrimnya, selama tidak disertai dengan syahwat. Namun, bila disertai dengan syahwat, wudhunya menjadi batal.

Bagaimana hukumnya bila yang menyentuh kulit itu suami atau istri, anak, orang tua, mertua, saudara ipar, dan anggota muhrim lainnya?

Menurut sejumlah ulama, bersentuhan kulit dengan saudara ipar, menyentuh suami (atau istri), hukumnya batal. Namun, hal itu tidak membatalkan wudhu, apabila menyentuh anak laki-laki atau perempuan.

Namun, ulama lainnya menolak pendapat di atas. Menurut mereka, menyentuh kulit istri, bahkan menciumnya, tidaklah membatalkan wudhu.

Argumentasi ini didasarkan pada pengalaman Rasul SAW saat melaksanakan shalat malam. Ketika itu, ummu al-Mukminin, Siti Aisyah RA yang juga istri Rasul SAW, meletakkan kakinya di atas sajadah Rasul. Saat akan sujud, Rasul SAW memindahkan kaki Siti Aisyah, dan Rasul tetap meneruskan shalatnya tanpa berwudhu.

Disebutkan pula dalam suatu kesempatan Rasul SAW pernah mencium salah seorang istrinya, saat akan shalat. Dalam riwayat lain, saat berpuasa. Dan Rasul melaksanakan shalatnya, serta tidak mengulangi wudhunya.

Jadi, menurut ulama Hanabilah, menyentuh kulit istri tidak akan membatalkan wudhu. Begitu juga menyentuh ibu mertua, atau saudara ipar. Sebab, mereka sudah menjadi bagian dari anggota keluarga yang haram dinikahi, karena ia sudah menikah dengan istrinya yang merupakan bagian dari anggota keluarga itu.

Sejumlah ulama lain, juga mengungkapkan pendapat senada. Seorang istri yang menyentuh kulit suami atau suami yang menyentuh kulit istri, tidak membatalkan wudlu. Sebab, keduanya sudah diikat oleh sebuah pertalian ijab kabul (akad) saat menikah.

Sebelum keduanya menikah, awalnya segala sesuatu diharamkan atas mereka. Namun, saat ijab kabul telah diucapkan, mereka tidak dibolehkan, termasuk berhubungan badan. Inilah sejumlah alasan ulama yang menyatakan bahwa menyentuh kulit istri atau suami tidaklah membatalkan wudhu. Wallahu a’lam.

Rep: Syahruddin el-Fikri/ Red: Agung Sasongko

Sumber Asli klik disni

Panen Jagung Pertiwi-2 di Gorontalo

BENIHPERTIWI.CO.ID – Gorontalo dikenal sebagai salah satu sentra jagung nasional. Peran Jagung Gorontalo, tidak hanya mensuplai kebutuhan dalam negeri namun juga ekspor ke luar negeri.

Salah satu kelompok tani yang musim lalu berhasil melakukan panen jagung adalah kelompok tani Stansa dari kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Dengan anggota sebanyak 32 orang dan luas lahan 33 hektar. Kelompok tani Stansa berhasil melakukan panen raya jagung Pertiwi-2.

Padahal menurut wakil bupati Kabupaten Gorontalo, H. Fadli Hasan St, MSi, yang hadir dalam acara Panen Raya Jagung Hibrida Varietas Pertiwi-2 tersebut, menyampaikan Gorontalo sebelumnya mengalami beberapa kali gagal panen. Wakil bupati berharap, panen raya tersebut menjadi awal kebangkitan petani Gorontalo.

Secara simbolis wakil bupati Gorontalo beserta pejabat terkait. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Kab. Gorontalo, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian dan Kehutanan Kab. Gorontalo beserta Kelompok Tani Kec. Tibawa melakukan panen bersama dengan memetik jagung Pertiwi-2 sekaligus membuktikan secara langsung, jagung Pertiwi-2 gampang dipetik dan tidak alot. Continue reading

Keutamaan Hari Arafah

​Copas :
*TADZKIROH*

(PENGINGAT)
_Ust. Musyaffa Ahmad Rahim, Lc_

Hari ini adalah hari Arafah, Arafah 9 Dzul Hijjah 1437 H

Apa yang hendak kita lakukan pada hari ini?
Untuk diingat …

*_Malam_* yang dikenal dengan *_Lailatul Qadar_* pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, tidaklah kita ketahui kapan persisnya terjadi..
Berbeda dengan *_hari Arafah_*

Kita telah mengetahui jauh hari sebelumnya: kapan persisnya

Jika pada *_Lailatul Qadar_* yang turun adalah para malaikat

Maka ketahuilah bahwa pada *_hari Arafah_* Allah SWT lah yang akan turun.
Saking mulianya *_hari Arafah_* ini, para salaf _menabung_ seluruh keperluan (hajat) khas mereka, juga keperluan (hajat) umat secara umum, ditabung untuk dibuka pada *_hari Arafah_* ini.

Yang demikian ini mereka lakukan, mengingat betapa besar nan agung kemurahan Allah SWT pada *_hari Arafah_* ini.
Juga, betapa Allah SWT akan meng-ijabah segala macam do’a yang dipanjatkan oleh para hamba-Nya pada *_hari Arafah_* ini.
Betapa banyaknya keinginan dan cita-cita aka terwujud pada *_hari Arafah_* ini!
Betapa banyaknya harapan akan terwujud pada *_hari Arafah_* ini!
Betapa banyaknya do’a akan terkabul pada *_hari Arafah_* yang penuh berkah ini.

Oleh karena itu …

Jika memungkinkan bagimu untuk berkhalwat, menyendiri, minimal pada sore *_hari Arafah_*

Dengan berdzikir, berdo’a, beristighfar dan membaca Al-Qur’an …

Maka lakukanlah.
Minimal pada sore *_hari Arafah_*, mulai dari selesai shalat Ashar, sampai maghrib.

Dorong dan ajak orang-orang di sekelilingmu untuk melakukannya.
Jangan lupa pula untuk berpuasa di *_hari Arafah_* ini, sebab Rasulullah SAW bersabda:
«… صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ …» (رواه مسلم [1162]).
Berpuasa pada *_hari Arafah_*, saya mempunyai dugaan (keyakinan) kepada Allah SWT bahwa ia menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. (HR Muslim [1162]).
Rasulullah SAW juga bersabda:
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّوْنَ مِنْ قَبْلِيْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ (رواه الترمذي [3585]، وحسنه الألباني)
Sebaik-baik do’a adalah do’a pada *_hari Arafah_*, dan sebaik-baik ucapkan yang aku dan para nabi sebelumku lakukan adalah ucapan: _La ilaha illaLlah, wahdahu la syarika lah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syai-in qadir_ (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, Dia Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya lah seluruh kerajaan, dan milik-Nya lah seluruh pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu). (HR At-Tirmidzi [3585] dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
Terkait dengan terkabulnya do’a pada *_hari Arafah_*, seorang shalih berkata: “demi Allah, aku tidak berdo’a dengan suatu do’a pada *_hari Arafah_*, dan belum sampai genap satu tahun, kecuali apa yang aku pinta telah aku saksikan sebagai kenyataan seterang terbitnya fajar.
Oleh karena itu, perbaiki lah do’a untuk diri kalian, orang tua kalian, istri (suami) kalian, anak-anak kalian dan kerabat kalian.
Jangan lupa juga do’a untuk saudara-saudara kalian yang sedang berjihad untuk mendapatkan hak-hak mereka, di Palestina, di Syuria dan di belahan bumi lainnya.
Beri hak do’a kalian untuk kaum yang tertindas dan lemah, dari seluruh dunia Islam.
Jangan pula lupakan kaum muslimin yang tertekan, terintimidasi, terkerangkeng dalam jeruji tahanan orang-orang zhalim.
Siapa tahu, do’a dari seorang waliyullah (dan antum lah yang dimaksud), baik lelaki ataupun perempuan, do’a itulah yang akan mengubah sejarah umat Islam dengan kemenangan, kegembiraan, rasa aman dan tamkin … dengan seijin Allah SWT.

Berdo’alah dengan penuh kekhusyu’an dan keyakinan (kemantapan) yang sempurna kepada Allah SWT bahwa akan diijabah.
Dan akan semakin kuat lagi peluang terkabulnya jika do’a itu didahului oleh sedekah dan infak fi sabilillah serta berbagai amal shalih lainnya.

Dan orang yang benar-benar merugi, adalah mereka yang pada *_hari Arafah_* ini tidak mendapatkan apa-apa dikarenakan kelalaiannya.
Imam Al-Ghazali berkata: “Sesungguhnya, jika Allah SWT mencintai seseorang, maka Allah SWT akan mempergunakannya di waktu-waktu fadhilah (utama) dengan amal-amal yang fadhilah (utama) pula, dan pertanda bahwa seseorang tidak disukai Allah SWT adalah bahwa orang itu mengisi waktu-waktu utama dengan amal-amal yang buruk!!”. (Ihya’ Ulumiddin [1/188]).
Semoga Allah SWT senantiasa berikan kepada kita kekuatan, taufik dan hidayah untuk mengisi waktu-waktu utama dengan amal terbaik, serta menjauhkan kita dari perbuatan buruk, amin.

Gaji yang berkah

Assalamaualaikum
*Keberkahan Gaji*

 

Seseorang datang kepada Imam  Syafi’i mengadukan tentang kesempitan hidup yang ia alami. Dia memberi tahukan bahwa ia bekerja sebagai orang upahan dengan gaji 5 dirham. Dan gaji itu tidak mencukupinya.
Namun anehnya, Imam Syafi’i justru menyuruh dia untuk menemui orang yang mengupahnya supaya mengurangi gajinya menjadi 4 dirham. Orang itu pergi melaksanakan perintah Imam Syafi’i sekalipun ia tidak paham apa maksud dari perintah itu.
Setelah berlalu beberapa lama orang itu datang lagi kepada Imam Syafi’i mengadukan tentang kehidupannya yang tidak ada kemajuan. Lalu Imam Syafi’i memerintahkannya untuk kembali menemui orang yang mengupahnya dan minta untuk mengurangi lagi gajinya menjadi 3 dirham. Orang itupun pergi melaksanakan anjuran Imam Syafi’i dengan perasaan sangat heran.
*Setelah berlalu sekian hari orang itu kembali lagi menemui Imam Syafi’i dan berterima kasih atas nasehatnya. Ia menceritakan bahwa uang 3 dirham justru bisa menutupi seluruh kebutuhan hidupnya, bahkan hidupnya menjadi lapang. Ia menanyakan apa rahasia di balik itu semua?*
*Imam Syafi’i menjelaskan bahwa pekerjaan yang ia jalani itu tidak berhak mendapatkan upah lebih dari 3 dirham. Dan kelebihan 2 dirham itu telah mencabut keberkahan harta yang ia miliki ketika tercampur dengannya.*
Lalu Imam Syafi’i membacakan sebuah sya’ir:
جمع الحرام على الحلال ليكثره

دخل الحرام على الحلال فبعثره
*Dia kumpulkan yang haram dengan yang halal supaya ia menjadi banyak.*
*Yang harampun masuk ke dalam yang halal lalu ia merusaknya.*
_____
Barangkali kisah ini bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita dalam bekerja. Jangan terlalu berharap gaji besar bila pekerjaan kita hanya sederhana. Dan jangan berbangga dulu mendapatkan gaji besar, padahal etos kerja sangat lemah atau tidak seimbang dengan gaji yang diterima.
Bila gaji yang kita terima tidak seimbang dengan kerja, artinya kita sudah menerima harta yang bukan hak kita. Itu semua akan menjadi penghalang keberkahan harta yang ada, dan mengakibatkan hisab yang berat di akhirat kelak.
Harta yang tidak berkah akan mendatangkan  permasalahan hidup yang membuat kita susah, sekalipun bertaburkan benda-benda mewah dan serba lux. Uang banyak di bank tapi setiap hari cek-cok dengan istri. Anak-anak tidak mendatangkan kebahagiaan sekalipun jumlahnya banyak. Dengan teman dan jiran sekitar tidak ada yang baikan.
Kendaraan selalu bermasalah. Ketaatan kepada Allah semakin hari semakin melemah. Pikiran hanya dunia dan dunia. Harta dan harta. Penglihatan selalu kepada orang yang lebih dalam masalah dunia. Tidak pernah puas, sekalipun mulutnya melantunkan alhamdulillah tiap menit.
Kening selalu berkerut. Satu persatu penyakitpun datang menghampir. Akhirnya gaji yang besar habis untuk cek up ke dokter sana, periksa ke klinik sini. Tidak ada yang bisa di sisihkan untuk sedekah, infak dan amal-amal sosial demi tabungan masa depan di akhirat. Menjalin silaturrahim dengan sanak keluarga pun tidak. Semakin kelihatan mewah pelitnya juga semakin menjadi. Masa bodoh dengan segala kewajiban kepada Allah. Ada kesempatan untuk shalat ya syukur, tidak ada ya tidak masalah.
Semoga Allah mengaruniakan kepada kita kemampuan untuk serius dalam bekerja dan itqan, hingga rezeki kita menjadi berkah dunia dan akhirat
Semoga menjadi nasehat terutama buat diri saya dan kita semua.

Mahnai gaji bukan sebagai hanya sbg upah tetapi sebagai rejeki dri Allah SWT semoga barokah dan selalu bersyukur Alhamdulillah🙏🙏🙏:)

​ikbal87.wordpress.com

Arti penting keluarga

​Suatu hari saya bersenggolan dengan seseorang yang tidak saya kenal. “Oh, maafkan saya,” reaksi spontan saya. Ia juga berkata: “Maafkan saya juga.” Orang itu dan saya berlaku sangat sopan. Kami pun berpisah dan mengucapkan salam.
Namun cerita jadi lain, begitu sampai di rumah. Pada hari itu juga, saat saya sedang menelphone salah satu kolega terbaik saya, dengan bahasa sangat lembut dan santun untuk meraih simpati kolega saya itu, tiba2 anak lelaki saya berdiri diam-diam di belakang saya. Saat saya berbalik,

hampir saja membuatnya jatuh. “Minggir!!! Main sana, ganggu saja!!!” teriak saya dengan marah. Ia pun pergi dengan hati hancur dan merajuk.
Saat saya berbaring di tempat tidur malam itu, dengan halus, Tuhan berbisik, “Akan kusuruh malaikat menyabut nyawamu dan mengambil hidupmu sekarang, namun sebelumnya, aku akan izinkan kau melihat lorong waktu sesudah kematianmu. Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan. Tetapi dengan anak yang engkau kasihi, engkau perlakukan dengan sewenang-wenang, akan kuberi lihat setelah kematianmu hari ini, bagaimana keadaan atasanmu, kolegamu, sahabat dunia mayamu, serta keadaan keluargamu”

Lalu aku pun melihat, hari itu saat jenazahku masih diletakkan di ruang keluarga, hanya satu orang sahabat dunia mayaku yg datang, selebihnya hanya mendoakan lewat grup, bahkan jg ada yg tdk komentar apapun atas kepergianku, dan ada yg hanya menulis 3 huruf singkat, ‘RIP’.

Lalu teman-temanku sekantor, hampir semua datang, sekejap melihat jenazahku, lalu mereka asik foto-foto dan mengobrol, bahkan ada yg asik membicarakan aibku sambil tersenyum-senyum. Bos yg aku hormati, hanya datang sebentar, melihat jenazahku dalam hitungan menit langsung pulang.

Dan kolegaku, tidak ada satupun dari mereka yang aku lihat.

Lalu kulihat anak-anakku menangis dipangkuan istriku, yang kecil berusaha menggapai2 jenazahku meminta aku bangun, namun istriku menghalaunya. istriku pingsan berkali-kali, aku tidak pernah melihat dia sekacau itu.

Lalu aku teringat betapa sering aku acuhkan panggilannya yg mengajakku mengobrol, aku selalu sibuk dengan hpku, dengan kolega2 dan teman2 dunia mayaku, lalu aku lihat anak2ku.. Sering kuhardik dan kubentak mereka saat aku sedang asik dengan ponselku, saat mereka ribut meminta ku temani. Oh Ya Allah.. Maafkan aku.
lalu aku melihat tujuh hari sejak kematianku, teman-teman sudah melupakanku, sampai detik ini aku tidak mendengar aku mendapatkan doa mereka untukku, perusahaan telah menggantiku dengan karyawan lain, teman-teman dunia maya masih sibuk dengan lelucon2 digrup, tanpa ada yg mbahasku ataupun bersedih terhadap ketiadaanku di grup mereka.

Namun, aku melihat istriku masih pucat dan menangis, airmatanya selalu menetes saat anak2ku bertanya dimana papah mereka? Aku melihat dia begitu lunglai dan pucat, kemana gairahmu istriku?

Oh Ya Allah Maafkan aku..
 

Hari ke 40 sejak aku tiada.

Teman FB ku lenyap secara drastis, semua memutuskan pertemanan denganku, seolah tidak ingin lagi melihat kenanganku semasa hidup, bosku, teman2 kerja, tdk ada satupun yang mengunjungiku kekuburan ataupun sekedar mengirimkan doa.

Lalu kulihat keluargaku, istriku sudah bisa tersenyum, tapi tatapannya masih kosong, anak2 masih ribut menanyakan kapan papahnya pulang, yang paling kecil yang paling kusayang, masih selalu menungguku dijendela, menantikan aku datang.
Lalu 15 tahun berlalu.

Kulihat istriku menyiapkan makanan untuk anak2ku, sudah mulai keliatan guratan tua dan lelah diwajahnya, dia tidak pernah lupa mengingatkan anak2 bahwa ini hari jumat, jangan lupa kekuburan papah, jangan lupa berdoa setiap sholat, lalu aku membaca tulisan disecarik kertas milik putriku malam itu, dia menulis.. “Seandainya saja aku punya papah, pasti tidak akan ada laki2 yang berani tidak sopan denganku, tidak akan aku lihat mamah sakit2an mencari nafkah seorang diri buat kami, oh Ya Allah.. Kenapa Kau ambil papahku, aku butuh papahku Ya Allah..” kertas itu basah, pasti karena airmatanya..

Ya Allah maafkanlah aku..
Sampai bertahun2 anak2 dan istriku pun masih terus mendoakanku setelah sholat, agar aku selalu berbahagia diakherat sana.
Lalu seketika,, aku terbangun.. Dan terjatuh dari dipan.. Oh Ya Allah Alhamdulillah.. Ternyata aku cuma bermimpi..
Pelan-pelan aku pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, masih aku lihat airmata disudut matanya, kasihan sekali, terlalu kencang aku menghardik mereka..

“Anakku, papah sangat menyesal karena telah berlaku kasar padamu.“Si kecilku pun terbangun dan berkata, “Oh papah, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu.”

“Anakku, aku mencintaimu juga. Aku benar-benar mencintaimu, maafkan aku anakku” Dan kupeluk anakku. Kuciumi pipi dan keningnya.

Lalu kulihat istriku tertidur, istriku yang sapaannya sering kuacuhkan, ajakannya bicara sering kali aku sengaja berpura2 tidak mendengarnya, bahkan pesan2 darinya sering aku anggap tak bermakna, maafkan aku istriku, maafkan aku.
Air mataku tak bisaku bendung lagi.

Apakah kita menyadari bahwa jika kita mati besok pagi, perusahaan di mana kita bekerja akan dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Teman2 akan melupakan kita sebagai cerita yang sudah berakhir, beberapa masih menceritakan aib2 yang tidak sengaja kita lakukan. Teman2 dunia maya pun tak pernah membahas lagi seolah, aku tidak pernah mengisi hari2 mereka sebagai badut di grup.

Lalu aku rebahkan diri disamping istriku, ponselku masih terus bergetar, berpuluh puluh notifikasi masuk menyapaku, menggelitik untuk aku buka, tapi tidak.. tidak..
Aku matikan ponselku dan aku pejamkan mata, maaf.. Bukan kalian yang akan membawaku ke surga, bukan kalian yang akan menolongku dari api neraka, tapi ini dia.. Keluargaku.. 

keluarga yang jika kita tinggalkan akan merasakan kehilangan sekali

Rezki Allah yang jamin

Mungkin kau *tak tahu dimana rizkimu..*

Tapi *rizkimu  TAHU dimana dirimu..*

Dari lautan biru, bumi & gunung.. Allah memerintahkannya menujumu..

*Allah MENJAMIN rizkimu, sejak 4 bulan 10 hari* kau dalam kandungan ibumu..
Amatlah _*KELIRU*_ bila rizki dimaknai dari *hasil bekerja..*

Karena *bekerja adalah IBADAH*..sedang *rizki itu urusanNya.*
*MELALAIKAN kebenaran* demi *MENGUATIRKAN* apa yang dijamin-Nya adalah *kekeliruan berganda..*
_Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji.._

Yg mungkin esok akan ditinggal mati..

Mereka lupa bahwa *hakekat rizki BUKAN apa yang tertulis dalam angka..*

_*Tapi apa yg TELAH & DAPAT dinikmatinya..*_
_Rizki *TIDAK SELALU* terletak pada pekerjaan kita.._*Allah menaruh sekehendak-Nya..*_
Diulang bolak balik 7x Shafa & Marwa, tapi zamzam justru muncul dari kaki bayinya..

_Ikhtiyar itu perbuatan.

_*Rizki itu kejutan..*_
*Dan jangan lupa..*

Tiap hakekat rizki akan ditanya..

_*DARIMANA & UTK APA ?
Karena rizki adalah *HAK PAKAI”*
Maka, *JANGAN* kau iri pada rizki orang lain…

*_Bila kau iri pada rizkinya, kau juga HARUS iri pada takdir matinya._* *Karena Allah membagi rizki, jodoh & usia hambanya*

*TANPA BISA tertukar satu & lainnya..*
_MAKA BERSYUKURLAH, dengan ketentuan ALLAH sehingga *APAPUN  itu* engkau akan *MERASA KAYA DAN PENUH KENIKMATAN*

%d bloggers like this: