Archive for the ‘Tarbiyah’ Category

Inilah 5 Hal yang Tidak Boleh Ibu Rumah Tangga Lakukan di Sosial Media

Inilah 5 Hal yang Tidak Boleh Ibu Rumah Tangga Lakukan di Sosial Media http://www.ummi-online.com/inilah-5-hal-yang-tidak-boleh-ibu-rumah-tangga-lakukan-di-sosial-media.html

  11 Oktober 2017, 11:24:21 WIBRubrik : Pasutri
  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 12483 Kali

Inilah 5 Hal yang Tidak Boleh Ibu Rumah Tangga Lakukan di Sosial Media

Sahabat Ummi, sosial media saat ini sudah menjadi sesuatu yang pasti dimiliki oleh setiap orang yang terhubung ke internet, tak terkecuali ibu rumah tangga. 

Akan tetapi, selain manfaat yang diberikan, kita perlu mewaspadai hal negatif yang mungkin ditimbulkan dari interaksi di sosial media. Berikut ini beberapa hal yang tidak boleh dilakukan ibu rumah tangga di sosial media:

1. Curhat masalah rumah tangga

Banyak ibu rumah tangga yang terjebak melakukan curhat di akun sosial medianya. Padahal cara ini sangat mungkin mendatangkan keburukan di kemudian hari, minimal membuat orang sekitarnya tidak bersimpati padanya karena membuka aib diri sendiri.

Sebenarnya jika caranya tepat, curhat di sosmed masih bisa dilakukan. Misalnya dengan menyembunyikan identitas atau menyamarkan permasalahan:

“Saya punya teman yang suaminya blablabla, sebaiknya bagaimana ya menasihati suami seperti itu?”

Menyembunyikan identitas lebih baik daripada curhat, “Suami saya blablabla… mertua saya blablabla…”

2. Pamer kecantikan

Sebentar-sebentar upload foto selfie, upload ootd (outfit of the day), dengan tujuan untuk menangguk pujian dari followers.

Apa sih niat memperlihatkan foto selfie dan ootd cantik kita? Pamer kecantikan di depan suami malah malas, padahal berpahala, tapi pajang foto di sosmed rajin sekali, hal seperti ini perlu diwaspadai.

3. Pamer kemesraan

Mesra dengan pasangan hidup sendiri amat baik, tapi ketika kemesraan tersebut diposting ke ranah publik dengan begitu seringnya, justru berpotensi membawa akibat buruk untuk rumah tangga kita.

Banyak orang yang hasad atau iri, bahkan dengki sehingga ingin melenyapkan kebahagiaan orang lain. Tentunya kita tak ingin postingan kita di sosmed menjadi boomerang seperti ini.

4. Pamer anak

Hal bahaya lainnya yang banyak dilakukan oleh ibu rumah tangga di sosial media adalah memamerkan anak, baik kelucuannya maupun kerupawanan anak kita. 

Sayangnya, hal ini berisiko mendatangkan penyakit ‘ain:

Ibnul Atsir Rahimahullah berkata, “Dikatakan bahwa Fulan terkena ‘ Ain , yaitu apabila musuh atau orang-orang dengki memandangnya lalu pandangan itu mempengaruhinya hingga menyebabkannya jatuh sakit,” (An-Nihayah 3/332).
Sekilas ini terkesan mengada-ada atau sulit diterima oleh akal. Akan tetapi Rasulullah menegaskan bahwa ‘ain adalah nyata dan ada. Rasulullah bersabda, “Pengaruh ‘ain itu benar-benar ada, seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, ‘ainlah yang dapat melakukannya,” (HR. Muslim).
Contoh kasus, foto anak yang lucu dan imut diposting di sosial media. Kemudian bisa saja terkena ‘ain. Anak tersebut tiba-tiba sakit, nangis terus dan tidak berhenti. Padahal sudah diperiksakan ke dokter dan tidak ada penyakit. Bisa juga gejalanya tiba-tiba tidak mau menyusui sehingga kurus kering tanpa ada sebab penyakit.
5. Membuli orang lain dengan kata-kata

Ibu rumah tangga juga sebaiknya tidak melayangkan status atau komentar negatif di sosial media, baik berupa kata-kata kasar, sindiran, makian, atau bentuk bulian lainnya.

Foto ilustrasi : Google

Advertisements

Aku ingin bebas

Aku ingin bebas

download-bebas

Masa mudaku adalah masa dimana aku membentuk kepribadianku
Masa mudaku harus ku manfaatkan sebaik mungkin
Aku tidak akan menunggu kulitku menjadi keriput untuk bersimbah memohon ampunan di hadapan Tuhanku
Aku ingin diriku siap memenuhi panggilan-Nya kapan pun Dia mau
Aku ingin bebas, bebas dari segala maksiat yang mengekang dan mencekik batinku.

— Renungan Pagi — by Anonim

Suami – Istri bersentuhan apakah membatalkan wudhu?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh sahabat Mari Berbagi. Apa kabar kalian semua? Semoga selalu sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wata’ala. Malam hari ini admin akan membagi sedikit pengetahuan menganai fiqih wudhu, khususnya untuk masalah bersentuhan antara suami – istri. Disini admin akan memberikan penjelasan yang pernah dimuat oleh harian Republika.co.id pada tanggal 20 Maret 2017. Mari kita simak bersama.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Allah menciptakan setiap makhluk berbeda-beda. Demikian juga dengan manusia. Manusia diciptakan secara berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan (QS an-Najm [53]: 45, an-Naba [78]: 8). Tujuannya agar mereka saling kenal mengenal (QS al-Hujurat [49]: 13), saling mengingat kebesaran Allah (QS adz-Dzaariat [51]: 49), dan hanya menyembah kepada Allah SWT (QS al-Bayyinah [78]: 5, adz-Dzaariat [51]: 56).

Mereka diciptakan oleh Allah SWT untuk saling melengkapi, saling menyayangi, mengasihi, dan meneruskan keturunan (anak). Untuk itu, Islam mengatur hubungan antara laki-laki dan perempuan. Agar hubungan itu terbina dengan baik, maka keduanya harus menikah. Sebelum menikah ada proses khitbah (meminang) atau saling kenal.

Pertanyaannya, apakah seorang laki-laki dan perempuan yang telah diikat oleh sebuah tali pernikahan, bila mereka telah berwudhu lalu bersentuhan kulit akan membatalkan wudhunya?

Dalil yang dijadikan dasar dari persoalan ini adalah surah al-Maidah [5] ayat 6.

”Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”

Lalu, apakah maksud dari kata ‘menyentuh wanita’ (laamastum an-nisaa’) itu? Dalil ini, pada dasarnya adalah dalam konteks wudhu. Para ulama, berbeda pendapat mengenai larangan menyentuh perempuan yang menyebabkan batalnya wudhu.

Menurut pendapat jumhur (mayoritas) ulama, kata lamastum an-nisaa` dalam ayat di atas artinya adalah menyentuh. Maka, apabila menyentuh perempuan, hukumnya membatalkan wudhu. Siapa pun orangnya, baik yang menyentuh maupun yang tersentuh, keduanya wajib berwudhu.

Selain ayat di atas, dalil yang dipergunakan adalah bersumber dari Ma’qil bin Yasar. Nabi SAW, bersabda: ”Sesungguhnya, ditusuknya kepala salah seorang di antara kamu dengan jarum besi, itu lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR Thabrani dalam Al-Kabir XX/211 dengan isnad hasan, dan HR Baihaqi).

Dalam hadis lain disebutkan, ”Siapa yang menyentuh telapak tangan wanita tanpa alasan yang membolehkan maka akan diletakkan di atas tangannya bara api di hari kiamat.”

Pendapat ini dianut oleh mazhab Syafii. Mereka berargumentasi, larangan bersentuhan dengan orang yang bukan muhrimnya sebagai bentuk kehati-hatian. Namun, apabila orang yang sentuhan itu ada pembatas (kain), hal itu tidak membatalkan.

Ulama Malikiyah (ulama yang bermazhab Maliki) berpendapat, yang dimaksud dengan kata laamastum an-nisaa’ dalam surah al-Maidah ayat 6 adalah laamisa (saling menyentuh). Karena itu, menurut mazhab ini, jika hanya satu orang saja yang menyentuh, dan yang lain tidak menyentuh maka hukumnya tidak membatalkan wudhu.

Sementara itu, para mufasir (ahli tafsir) berpendapat, yang dimaksud dengan kata laamastum an-nisaa’ di atas, maknanya adalah menyetubuhi. Karena itu, menurut mereka, yang dimaksud dengan membatalkan wudlu adalah apabila menyetubuhi seorang perempuan. Pendapat ini didukung oleh ulama Hanafiyah (ulama yang menganut mazhab Hanafi).

Ulama Hanabilah (golongan Hanbali) berpendapat, tidaklah membatalkan wudhu apabila menyentuh perempuan yang bukan muhrimnya, selama tidak disertai dengan syahwat. Namun, bila disertai dengan syahwat, wudhunya menjadi batal.

Bagaimana hukumnya bila yang menyentuh kulit itu suami atau istri, anak, orang tua, mertua, saudara ipar, dan anggota muhrim lainnya?

Menurut sejumlah ulama, bersentuhan kulit dengan saudara ipar, menyentuh suami (atau istri), hukumnya batal. Namun, hal itu tidak membatalkan wudhu, apabila menyentuh anak laki-laki atau perempuan.

Namun, ulama lainnya menolak pendapat di atas. Menurut mereka, menyentuh kulit istri, bahkan menciumnya, tidaklah membatalkan wudhu.

Argumentasi ini didasarkan pada pengalaman Rasul SAW saat melaksanakan shalat malam. Ketika itu, ummu al-Mukminin, Siti Aisyah RA yang juga istri Rasul SAW, meletakkan kakinya di atas sajadah Rasul. Saat akan sujud, Rasul SAW memindahkan kaki Siti Aisyah, dan Rasul tetap meneruskan shalatnya tanpa berwudhu.

Disebutkan pula dalam suatu kesempatan Rasul SAW pernah mencium salah seorang istrinya, saat akan shalat. Dalam riwayat lain, saat berpuasa. Dan Rasul melaksanakan shalatnya, serta tidak mengulangi wudhunya.

Jadi, menurut ulama Hanabilah, menyentuh kulit istri tidak akan membatalkan wudhu. Begitu juga menyentuh ibu mertua, atau saudara ipar. Sebab, mereka sudah menjadi bagian dari anggota keluarga yang haram dinikahi, karena ia sudah menikah dengan istrinya yang merupakan bagian dari anggota keluarga itu.

Sejumlah ulama lain, juga mengungkapkan pendapat senada. Seorang istri yang menyentuh kulit suami atau suami yang menyentuh kulit istri, tidak membatalkan wudlu. Sebab, keduanya sudah diikat oleh sebuah pertalian ijab kabul (akad) saat menikah.

Sebelum keduanya menikah, awalnya segala sesuatu diharamkan atas mereka. Namun, saat ijab kabul telah diucapkan, mereka tidak dibolehkan, termasuk berhubungan badan. Inilah sejumlah alasan ulama yang menyatakan bahwa menyentuh kulit istri atau suami tidaklah membatalkan wudhu. Wallahu a’lam.

Rep: Syahruddin el-Fikri/ Red: Agung Sasongko

Sumber Asli klik disni

Dosa selain syirik akan diampuni

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَاكَانَ مِنْكَ وَلاَ أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّماَءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ، يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطاَياَ ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكْ بِي شَيْئاً لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً
[رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح ]


Kosa kata / مفردات :
دعو(تـ)(ني) : (engkau) berdoa, memohon (kepada-Ku) رجو(تـ)(ني) : (engkau) mengharap (kepada-Ku)
أبالي : (aku) pedulikan عنان : awan (yang dimaksud adalah banyaknya)
قراب : Sepenuh خطايا bentuk jamak dari خطأ (kesalahan)
أَتَيْـ(تَـ)(نِي) : (engkau) mendatangi-(Ku) لَقِيْـ(تَـ)(نِي) : (engkau) menemui-(Ku)

Terjemah Hadits / ترجمة الحديث :
Dari Anas Radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Allah ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, sesungguhnya Engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan aku ampuni engkau, Aku tidak peduli (berapapun banyaknya dan besarnya dosamu). Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan di langit kemudian engkau minta ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni engkau. Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepadaku dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemuiku dengan tidak menyekutukan Aku sedikitpun maka akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan “
(Riwayat Turmuzi dan dia berkata : haditsnya hasan shaheh).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث:
1. Berdoa diperintahkan dan dijanjikan untuk dikabul-kan.
2. Maaf Allah dan ampunannya lebih luas dan lebih besar dari dosa seorang hamba jika dia minta ampun dan bertaubat.
3. Berbaik sangka kepada Allah ta’ala, Dialah semata Yang Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat dan istighfar.
4. Tauhid adalah pokok ampunan dan sebab satu-satunya untuk meraihnya.
5. Membuka pintu harapan bagi ahli maksiat untuk segera bertaubat dan menyesal betapapun banyak dosanya.

Kamar Mandi adalah Rumah Iblis

​Wajib Dibaca Buat Yang Suka Mandi Sambil Bernyanyi 

Siapa yang suka mandi sambil menyanyi?

ada yg sayang nih kalau dilewatkan, yuk baca :
Dalam sebuah hadist, Rasulullah bercerita bahwa Iblis meminta tempat tinggal kepada Allah seperti halnya Allah memberikan tempat tinggal kepada anak adam untuk berada di bumi.
“Ya Allah, Adam dan keturunannya Engkau beri tempat tinggal di bumi, maka berilah pula aku tempat tinggal..!!” Kata Iblis… Allah berfirman,,”Tempat tinggalmu adalah kamar mandi atau tandas”(HR. Bukhari)
Dari situlah kemudian Iblis pun menggoda setiap orang yang memasuki rumahnya yang berupa kmr mandi..
Godaan iblis macam-macam dan aneka warna. contohnya menggoda manusia supaya:

1. Berlama-lama di dalam kamar mandi

2. Bernyanyi atau berkata-kata

3. Bermain-main air atau sesuatu yang lain (bawa hp mendengarkan musik, ber’facebook’)

4. Membisik seseorang supaya kencing sambil berdiri (sunnah rasul kencing sebaiknya jongkok)

5. Membiarkan baju yang kotor tergntung di dalam kamar mandi

6. Melupakan seseorang untuk berdo’a ketika hendak masuk atau keluar dari kamar mandi

7. Mengambil wudhu sambil telanjang

8. Mencoret-coret dinding kamar mandi

9. Merencanakan kejahatan

10.Onani/masturbasi di dalam kamar mandi, air mani akan bercampur air mani iblis & menyebabkan terlahirlah tuyul.
Maka, hati-hatilah sewaktu dalam kamar mandi atau toilet. Dan tips yang baik adalah mandi, buang air dll sewajarnya saja… lebih cepat lebih baik.
::: Do’a Masuk dan Keluar Kamar Mandi :::
*Do’a Ketika Masuk Kamar Mandi (WC)
اَللّهُمَّ اِنىِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَ الْخَبَائِثِ

“ALLAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAAITSI”

Artinya : Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari setan laki-laki dan setan perempuan.
*Do’a Ketika Keluar Kamar Mandi (WC)
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَذْهَبَ عَنِّى اْلاَذى وَعَافَنِى

“ALHAMDULILLAHIL LADZII ADZHABA ANNIL ADZA WA ‘AAFANII”;

Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dan telah membuatku sehat.
:::Manfaat Dari Berdoa Ketika Masuk Dan Keluar Kamar Mandi:::
*Ketika Masuk

Pada saat kita mandi atau ingin kencing, tentunya kita dalam keadaan telanjang. Dengan berdo’a, maka Aurat kita tidak akan terlihat oleh syetan dan jin. Dan dengan berdo’a juga maka kita akan terhindar dari perbuatan buruk.
Kita tidak dapat mengira kapan kita akan mati bukan? bisa saja sewaktu-waktu kita mati di kamar mandi. Jika sebelumnya seseorang mengucapkan do’a ketika akan memasuki kamar mandi, maka insyaallah dia mati dalam keadaan Khusnul Khotimah.
*Ketika Keluar

Ketika berada di kamar mandi tentu kita melakukan sesuatu seperti “BAB, kencing dsb” kegiatan tersebut adalah membuang kotoran yang ada di dalam tubuh kita. Maka hendaknya setelah melakukan itu dan saat kita keluar dari kamar mandi, kita mengucapkan terimakasih kepada Allah SWT karena telah memberi kita kesehatan dan telah menghilangkan kotoran dan penyakit dari dalam tubuh kita. Allah akan senantiasa menambah nikmat orang yang mensyukuri nikmat yang ia berikan.
Silahkan LIKE & SHARE jika dirasa bermanfaat…..
#MariBerbagi

Propaganda SUSU FORMULA

​Heboh! Televisi Perancis Bongkar Propaganda Susu Bubuk di Indonesia
By bidhuan -November 7, 2015
Acara televisi nasional Perancis, France 2 “Cash Investigation” yang biasa mengupas dan membongkar kasus kontroversial dengan metoda penelusuran fakta dan konfirmasi dengan narasumber, kali ini mengulas fakta tentang kampanye marketing rahasia sebuah anak perusahaan besar Dunia di Indonesia. Danone dengan susu bubuk Sari Husada (SGM).
Heboh! Televisi Perancis Bongkar Propaganda Susu Bubuk di Indonesia. Menjadi heboh setelah seorang Netizen, Dervi Magdalena mengupload video acara televisi berbahasa Perancis ini dengan menyediakan subtitle Indonesia dengan judul “Propaganda Susu Bubuk di Indonesia (subtitles bhs indonesia)”.
“Selasa 6/10/2015, France 2 (TV Nasional Perancis) menyiarkan penerbitan khusus Cash Investigation “pemasaran, strategi rahasia”.
Elise Lucet dan timnya mencela praktik beberapa merek termasuk Danone, setelah penyelidikan selama 1 tahun.
Bagian terakhir dari acara ini mengangkat skandal susu bubuk di Indonesia: bayi yang diberi susu bubuk SGM, didistribusikan oleh Sari Husada, diproduksi oleh Danone, memang menderita masalah kesehatan, kadang-kadang fatal. Hasil survei menunjukkan bahwa dokter dan bidan di rumah sakit mendorong ibu untuk membeli susu ini. Sebagai pertukaran untuk hadiah dan dukungan keuangan, mereka berubah menjadi pekerja komersial. Susu bubuk benar2 tidak baik untuk bayi, bukan hanya SGM saja, ini hanyalah salah satu contoh yang menunjukan betapa buruknya susu bubuk.” tertulis diketerangan video yang diunggahnya
Video yang berdurasi 28 menit ini berawal dari profil Indonesia dengan menelusuri kota Jakarta. Tingkat kelahiran yang besar di Indonesia ternyata menjadi sasaran empuk marketing rahasia dari perusahaan besar Perancis, Danone.
Anak perusahaannya di Indonesia, Sari Husada diangkat dalam investigasinya. Di negara lain termasuk di Indonesia sebenarnya dilarang untuk mempromosikan produk susu bubuk untuk bayi dengan alasan banyaknya terjadi kasus kematian pada bayi. Hal ini tercantum secara tertulis dalam regulasi internasional.
Pada tahun 1978, perusahaan Nestle sempat digugat oleh pihak senator Ted Kennedy di Amerika dengan mengangkat kasus di negara berkembang, termasuk di Jakarta. Atas dasar inilah, Cash Investigation mulai meliput praktek promosi dilapangan setelah 35 tahun berlalu dengan mendatangi langsung ke beberapa masyakarat tidak mampu di Jakarta. Termasuk mewawancarai masyarakat dan tenaga kesehatan seperti dokter dan bidan.
Menurut kesaksian masyarakat di pinggiran kota Jakarta. Tenaga kesehatan yang menanganinya seolah-olah membohonginya untuk segera menggunakan susu bubuk setelah melahirkan.
Seorang dokter spesialis anak di Rumah Sakit, St Carous. dr Utami Roesli, membenarkan bahwa penggunaan susu bubuk pada bayi baru lahir meningkatkan resiko penyakit yang lebih tinggi, seperti pnemonia, diare dan penyakit lainnya.
Kesaksian para Bidan yang diberikan insentif serta dukungan berlebihan dari Sari Husada pun terungkap. Termasuk berapa banyak susu bubuk yang harus dihabiskan dalam sebulan. Fasilitas yang diinginkan akan dipenuhi dengan hanya meminta ke tim marketing Sari Husada. Uang pun akan ditransfer ke rekening khusus.
Diakhir tayangan Elica Lucet, berusaha mewawancarai CEO dari Danone, Mr. Faber. Namun, Faber menolak untuk memberikan statemen setelah sebulan berusaha menemuinya.
Komentar dari Netizen pun bermunculan diawali pengunggah video seperti berikut ini,
dervi magdalena :

Untuk yang masih bertanya tanya dan bingung mengenai ibu2 yang ASInya tidak keluar, saya bantu terangkan sedikit, sperti yang sudah saya bilang di salah satu comment, bahwa sufor adalah pilihan darurat buat ibu yang memang BENAR2 tidak bisa mengeluarkan ASI walaupun sudah diusahakan / dirangsang. Sebagian besar ibu2 yang ASInyatidak keluar, sbenarnya akan keluar bila diusahakan (dirangsang), ada berbagai cara untuk merangsang asi. Biasanya ibu2 yang ASI nya tidak keluar pada awal2 setelah melahirkan, mereka dijadikan sasaran empuk para bidan yang sdh kerjasama dengan industri susu bubuk, para bidan/dokter tersebut akan langsung menyarankan ibu2 tersebut untuk memberikan sufor kepada bayinya tanpa memberikan saran atau bantuan tentang cara merangsang asi. Alhasil, ASI yang seharusnya masih bisa dirangsang, jadi benar2 kering karna si ibu berhenti berusaha menyusui ASI kepada anaknya. Jadi kesimpulannya, sufor boleh saja diberikan kepada anak kalau si ibu memang BENAR2 tidak bisa menghasilkan asi. Dan untuk anak yang lepas ASI, sufor tidaklah sepenting yang kebanyakan ibu2 bayangkan. Kebanyakan ibu2 beranggapan bahwa anak yang tidak mengkonsumsi sufor akan kurang gizi. Ini adalah salah satu propaganda juga. Coba pikirkan lagi, lihat komposisi di kemasan sufor. Kandungan sufor itu cuma berbagai macam vitamin dan nutrisi2 lain yang diperlukan anak. Nah, vitamin2 dan nutrisi2 itu bisa didapat dari sayur, buah, ikan, telur, dll. Jadi bener2 sufor itu bukan kebutuhan primer buat si kecil seperti yang kebanyakan ibu2 pikirkan. Jadi intinya, jangan jadikan sufor sebagai kebutuhan utama si kecil. Kalaupun mau ngasih susu ke si kecil, kasih susu segar, jangan susu formula. Saya yakin setiap ibu pasti ingin yang terbaik buat buah hatinya, jadiiii… mari jadi ibu yang cermat 🙂
dara dahlawy:

Danone itu perusahaan besar dr Perancis, yg bikin dokumentasi juga org Perancis. Dan Danone ini sepak terjangnya kuat krn dana gede, perusahaan susu lain juga bs di investigasi tp kan butuh waktu. Yg jelas pesannya sampai,betapa Asi itu terbaik buat bayi dan jgn mau dibegoin industri.
Doula Diana:

ya mungkin kebetulan yang di survei adalah susu dari merk itu. prakteknya hampir semua merk juga menggunakan strategy yg mirip mirip. dan mendompleng acara acara yang mengatasnamakan kegiatan untuk edukasi para ibu ibu…
Reena Koi:

Mereka saja peduli. Beginikah bahayanya sufor.
Siti Nurlaela :

Di iklannya jadi guru, jadi pilot karena minum SGM wkwkwk …
Berikut adalah link video lengkapnya yang telah ditonton puluhan ribu orang:

https://www.vidio.com/watch/373238-cash-investigation-bahayanya-susu-bubuk-formula-bagi-bayi

Masuk Surga Karena Duri

Masuk Surga karena Duri
KITA tidak pernah tahu kelak akan masuk surga atau neraka. Tugas kita hanyalah taat beribadah kepada Allah SWT. Selebihnya tugas Allah-lah yang akan mengijinkan kita ke surga atau ke neraka.
Tentunya setiap dari kita ingin memasuki surganya tanpa pernah merasakan panasnya api neraka. Dalam beberapa hadits Rasulullah, beliau mengisahkan beberapa orang yang masuk surga  karena amalan-amalan kecilnya. Berikut kisah selengkapnya.
Ada seorang laki-laki yang sedang berjalan-jalan di sebuah jalan. Ia menjumpai rerantingan yang berduri yang menghambat jalan tersebut, kemudian ia menyingkirkannya. Lalu ia bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala, maka Allah mengampuni dosa-dosanya.
Dalam sebagian riwayat dari Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah pula, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada seseorang laki-laki yang melewati ranting berduri berada di tengah jalan. Ia mengatakan, ‘Demi Allah, aku akan menyingkirkan duri ini dari kaum muslimin sehingga mereka tidak akan terganggu dengannya.’ Maka Allah pun memasukkannya ke dalam surga.”
Dalam riwayat lain, juga dari sahabat Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Sungguh, aku telah melihat seorang laki-laki yang tengah menikmati kenikmatan di surga disebabkan ia memotong duri yang berada di tengah jalan, yang duri itu mengganggu kaum muslimin.”
Kisah sahih di atas diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Kitab “Al-Adzan“, Bab “Fadhlu Tahjir ila Zhuhri“, no. 652; dan Kitab “Al-Mazhalim“, Bab “Man Akhadzal Ghuzna wama Yu’dzinnas fith Thariq“, no. 2472; juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Kitab “Al-Bir wash-Shilah wal Adab“, no. 1914; dan Kitab “Al-Imarah“, no. 1914.

——
Kisah riwayat diatas menegaskan bahwa janganlah kita meremehkan kebaikan sekecil apaun. Bisa jadi amalan shaleh yang dianggap sepele oleh manusia lainnya itu yang membuat kita bisa menghirup bau surga Allah.
ikbalpertiwi.blogspot.com

%d bloggers like this: