Mbah Dulkidi – Puasa dan bagaimana mengajarkannya. 

Mbah Dulkidi dan cucunya puasa Ramadhan.
Pada hari Sabtu tgl.27 Mei awal puasa Ramadhan tahun ini, Arif cucu mbah Dulkidi tidak sabar menunggu adzan maghrib dan mengeluh pada eyangnya. (Ini pertama kali Arif berusaha untuk puasa Ramadhan bersama eyangnya).
Arif : “Mbah, maghribnya jam berapa sih?”

Mbah Dulkidi : “Jam 5.30, sabar dong” Jawab eyangnya dengan santai.

Arif : “Kok dari tadi masih jam 3 terus”

Mbah Dulkidi : “Emang kenapa?”

Arif : “Kan pengen cepet buka puasa mbah…, apa kita putar aja jamnya biar jam 5.30 ?”

Mbah Dulkidi : “Ya udah…”

Arif : “Asyikkk…” Kata anak itu dan segera memutar jarum jam sampe ke angka 5.30.

Arif : “Mbah…udah jam 5.30 tuh, buka puasa yok…”

Mbah Dulkidi : “Lho… itukan baru jam di kamar. Di ruang tamu, di ruang tengah, di kamar eyang, dan di dapur belum.”

Arif : “Oh…gitu ya mbah, harus jam 5.30 semuanya?” Respon anak itu manggut-manggut, lalu berlari dan memutar semua jam di rumahnya.

Arif : “Mbah udah semua…” Teriaknya girang.

Mbah Dulkidi : “Jam tetangga-tetangga dan masjid udah?”

Arif : “Lho…kok sampe jam tetangga dan masjid juga??”

Mbah Dulkidi : “Ya iyalah….kan harus jam 5.30 semuanya, baru bisa buka puasa”

Arif : “Ya….capek deh, mending nunggu aja, ketimbang mesti capek-capek muter jarum jam sekampung.”
Rasulullah shallalahu ‘alaihi wassalam menganjurkan agar orang tua mulai melatih anaknya mengerjakan sholat ketika usia 7 tahun. Ibadah puasa tentunya lebih berat pelaksanaannya dibanding sholat, karena menyertakan kekuatan fisik. Anak bisa mulai dilatih puasa penuh ketika sudah berusia tujuh tahun, tanpa paksaan. Walaupun tidak menutup kemungkinan ada anak yang sanggup berpuasa sebelum berusia tujuh tahun. Hal ini dikembalikan pada kondisi masing-masing anak. Orang tua hanya berperan untuk mengarahkan dan melatihnya dengan cara-cara yang menyenangkan.
Orang tua tidak perlu terlalu berambisi anak-anaknya harus puasa pada usia dini dengan cara memaksa. Karena apabila anak-anak dipaksa maka akan menimbulkan trauma yang mendalam pada jiwanya.  Apalagi kalau anak belum kuat berpuasa dan merasa sangat tersiksa. Dikhawatirkan akan timbul kebencian dalam diri anak pada agama ini. Alih-alih ingin membimbing anak pada jalan yang lurus untuk meraih ridho-Nya, anak malah membenci dan menjauh. Namun demikian jika anak belum berusia tujuh tahun sudah memiliki keinginan yang kuat untuk berpuasa, maka orang tua harus mendukung dan membantunya.
Sebelum dilatih berpuasa penuh ada baiknya anak dilatih puasa yang lebih ringan, misalnya puasa selama dua jam, setengah hari dst.

Iming2 hadiah yang tidak terlalu mahal juga memotivasi anak untuk menjalani puasa.

admin:

http://www.ikbalpertiwi.blogspot.com

www. ikbal87.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: