Ahok dan Haji Lulung berpelukan. Mungkinkah?

Ahok dan Haji Lulung adalah dua nama yang sudah tidak asing lagi saat ini. Mereka pun terkesan kurang akrab atau bersahabat.

Ahok menduga ada “Dana Siluman” sekitar Rp 12, 1 triliun dalam RAPBD DKI Jakarta tahun 2015 dan beberapa oknum anggota DPRD ikut terlibat di dalamnya, sementara Haji Lulung dan sebagian besar anggota DPRD DKI Jakarta menilai Ahok kasar atau kurang beretika berkait kata yang diucapkannya.

Mungkinkah Ahok dan Haji Lulung berpelukan suatu saat nanti yang menandakan kedua orang ini akrab dan bersahabat?.

Mungkin saja.

Caranya?.

Ahok aktif untuk mengurangi “bahasa toilet”nya, bahkan menghilangkan kata-kata kasar atau yang dinilai seperti itu, sementara Haji Lulung aktif untuk menindaklanjuti dugaan “Dana Siluman” yang melibatkan beberapa oknum anggota DPRD  seperti yang dikatakan oleh Ahok.

Berpelukaaaaaaan…

Ahok berkata kasar, tapi bukan tanpa sebab. Hal ini salah satu bentuk kekesalannya melihat perilaku para koruptor dan masih maraknya korupsi, sementara Ahok termasuk orang yang bersih, jauh dari korupsi. Lebih baik dibanding orang yang santun, tapi ternyata doyan korupsi alias maling, rampok, begal berdasi dan sejenisnya. Tapi bukankah lebih baik lagi jika Ahok tidak berkata kasar?.

Pilih salah satu dari tiga pilihan yang ada di bawah ini:

1. Ahok berkata kasar dan anti korupsi.

2. Ahok tidak berkata kasar dan tidak anti korupsi.

3. Ahok tidak berkata kasar dan anti korupsi.

Pilihan saya yang nomor 3, dan saya berasumsi ini adalah pilihan ideal yang disukai oleh opung boru, opung doli, tulang, nantulang, amang boru, namboru, amang, inang, bapak tua, bapak uda, lae, eda, pariban, semuanya!.

Berpelukan, cipika-cipiki, muaaach!.

Kembali ke pertanyaan semula. Mungkinkah Ahok dan Haji Lulung berpelukan?. Mungkin. Apa sih yang tidak mungkin?. Tidak ada yang tidak bisa, tidak ada yang tidak mungkin, semua bisa semua mungkin.

Semua pun suka yang ideal atau seperti itu. Tidak ada salahnya bermimpi, asal jangan keseringan kemudian jadi ngawur.

Sumber: Kompasiana

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: