Jihad sosial media

introspeksi utk diri sendiri..
Copas ajaa
Lihatlah detik ini..Jihad Sosmed Bukanlah Hal Main-main!
⚔📡📱🎞🖊📢📢
Di saat kamu mencibir temanmu sebagai tukang copas, di ujung sana hasilnya si penista agama sudah meringkuk penjara…
Di saat kamu meminta jangan bawa2 postingan ini itu di grup2, di ujung sana ada yang meneruskannya dan calon2 kepala daerah dari kubu musuh islam pun semua kalah…  
Di saat kamu bilang hoax dan data temanmu tidak akurat di ujung sana musuh2 islam sedang menebar fitnah membabibuta ke ulama2mu, menyebar gambar2 yang menghina Asma Allah, menghina Rasul dan AlQuran, meletakkan gambar tak senonoh di Baitullah… 

Para syuhada pun menangis di alam barzakh… 

Kamu tak adil!
Kalau hatimu tak tersentuh ikut berjihad bela agamamu, Janganlah ikut mencibir saudara2mu yang peduli akan bangsa dan agamanya…walau hanya lewat jari, sedikit waktu dan pulsa yg mrk beli dengan keringat sendiri…. 
Jika fikiranmu masih tak peduli bahwa memang ada ancaman serius ke negri dengan penduduk muslim terbesar ini, jangan pula ikut tertawakan saudaramu yang ikhlas berjuang itu, karena di saat kau tak peduli itu nama2 mereka sedang dicatat para malaikat, paling tidak sebagai muslim yang tak munafik dan lari dari kenyataan… 
# Sekarang memang eranya pertempuran informasi, eranya untuk memenangkan opini, eranya sesama muslim untuk saling menggugah hati lewat sentuhan jari, eranya saling memanggil dan mengingatkan lewat teknologi informasi… Kita tak ada pilihan lagi karena musuh2 Allah telah menguasai semua media besar.. mereka tak malu2 dan takut lagi memojokkan islam agamamu dengan jaringan yang mereka punya.. Jutaan jemari muslim memang lagi diperlukan melawan semua ini… #
Kamu Lihatlah sesekali di sana bagaimana sepakterjang musuh2 Allah, besar dan kecil, tua muda, laki2 wanita telah menyudutkan agama mu, menyebarkan gambar2 orang yang merobek2 Kitabmu, copas dan menyebarkan  

hal2 yang meracuni fikiran anak2mu tentang agama, dengan bahasa2 seolah berfikiran maju memasukkan faham liberal hingga *tak sadar anakmu malu dengan agamanya sendiri,*Lihat bagaimana mereka mengambil foto2 muslimah berhijab dan memakainya dalam akun2 penuh fitnah dan hujjah ke islam, asal kamu tahu mungkin saja itu juga foto anak dan istrimu…. Lihatlah juga bagaimana mereka menyebarkan narkoba ke pembuluh darah pemuda2 muslim….berton2 sekarang jumlahnya.. 
Lihatlah bagaimana mereka merusak menzinahi kaum wanitamu di tempat2 maksiat bekedok hiburan… Lihatlah bagaimana mereka memutarbalikkan hukum, yang salah dilindungi yang benar dijeruji bahkan mau dihabisi hidupnya… 
Lihatlah bagaimana mereka merusak ekonomimu, menjeratmu sekianlama dengan cicilan2 penuh riba, bagaimana mereka rasis di kantor2, bagaimana mrk membuat yang muslim pada mandek karirnya.. Mereka kompak dan masif meruntuhkan hidupmu, cepat atau perlahan tanpa kamu sadar… kamu terlupa dan terlena… 
“Jika kamu tak juga peduli dan malu ikut berjuang”, janganlah juga memojokkan saudaramu sendiri yang makin banyak memutuskan ikut berjuang…
Janganlah ikut membuat makin deras air mata para syuhada yang telah berjihad ratusan tahun silih berganti agar Agama Allah tetap tegak di bumi ini.. Ingatlah, mereka sekarang sudah di pangkuan Allah, mereka berjuang sesuai dengan zaman mereka, dengan pedang, darah dan airmata, saudaramu sekarang berjuang sesuai zamannya juga, dengan jemari dan hati baja… Kamu bagaimana? Di saat kamu sibuk menilai amalan mereka, adakah Allah telah menjamin akheratmu?? Adakah Allah tersenyum di ujung sakratul mautmu??? 
Semoga Allah mengampuni aku dan kamu…dan semua kaum mukmin yang ada di muka bumi ini… 
Subhanallah… !!

Ajarilah anak kita menjadi pejuang subuh

Afwn kisah yg bagus untuk menjadi pembelajaran penting buat kita sebagai orang tua. Silahkan disimak dan dinikmati.
Ada anak lelaki yang hampir setiap subuh ikut berjamaah, ia berdiri dan duduk persis di sebelah Ayahnya. Meniru semua gerakan Ayahnya, si Ayah sholat sunnah ia ikut, begitu seterusnya.
Ada anak usia sekitar tiga tahun yang kadang-kadang ikut Ayahnya ke masjid. Wajahnya terlihat baru bangun tidur, masih pakai diapers pula. Berdiri persis di samping Ayahnya mengikuti Ayahnya sholat sunnah sebelum subuh. Sampai gerakan sujud nggak bangun lagi, hingga Ayahnya selesai sholat, ternyata ia tertidur sambil sujud.
Ada lagi anak yang usianya juga sekitar tiga tahun. Juga berdiri di sebelah Ayahnya, namun pada saat sholat subuh tak berapa lama setelah takbir dan Imam membaca alfatihah, ia ngeloyor meninggalkan barisan. Hingga sholat subuh usai, biasanya ia duduk di pojok masjid menunggu Ayahnya selesai.
Ada pula Ayah yang membawa anaknya ke masjid dalam kondisi masih terlelap. Di gendong turun dari mobilnya, sampai ke masjid dan bahkan hingga jamaah bubar si anak tetap terlelap. Meski sang Ayah sudah mencoba membangunkannya. Maklum, masih usia dua tahun.
Yang menarik ada anak yang rajin ke masjid padahal tidak ada Ayahnya. Entah bagaimana ibunya mendidik, menarik pastinya. Meski tanpa Ayah yang sudah lama meninggal, ia tetap rajin ke masjid.
Selama masih ada barisan anak-anak yang berangkat ke masjid di subuh hari, meskipun dengan berbagai kepolosan perilakunya, maka masih jelas masa depan agama ini.
Selama masih ada orang tua, terutama para Ayah yang berupaya mengajak serta anak-anaknya sholat subuh berjamaah di masjid, akan kokohlah barisan pejuang agama Allah. Negara pun akan selamat.
Khawatir lah bila sudah tidak ada kalangan muda dalam barisan jamaah subuh di masjid-masjid, bagaimana nasib ummat ini di masa datang?
Ada riwayat yang terbaca, salah satu rahasia kehebatan para pejuang Aceh, yang membuat penjajah kesulitan mengalahkan rakyat Aceh adalah, Teuku Umar dan para panglima memilih pasukannya dari masjid-masjid di waktu subuh.
Mereka yang bangun subuh adalah para pejuang. Orang-orang yang bersungguh-sungguh, yang telah bisa mengalahkan rasa lelah dan malasnya, tak turuti kantuknya, menguasai egonya.
Kagum kepada para orang tua yang tak lelah mengenalkan, mengajarkan dan memberi contoh kepada anak-anaknya untuk sholat berjamaah subuh di masjid. Kelak anak-anak ini menjadi pribadi yang tangguh raga dan jiwanya.
Tak perlu khawatir, bila subuh saja bisa dikuasai, kelak masa depan bisa digenggam. @bayugawtama

The Lucifer

Assalamu’alaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh
Bung Rizki yg terhormat semoga selalu dirahmati dan dilindungi oleh ALLAH SWT.
Saya ingin bertanya tentang Lucifer, sesosok nama malaikat cahaya yg menjadi simbol kepercayaan kaum paganis atau yg lebih sering disebut sebagai The God of Light, The Fallen Angel dan bintang fajar. Apakah Lucifer ini berasal dari bangsa jin ataukah malaikat? Sebab saya pernah dengar dari teman yg berkepercayaan Kristen, Lucifer ini adalah dari bangsa malaikat yg ketika semua malaikat disuruh untuk bersujud pada Nabi Adam AS, ada 1 makhluk yg membangkang dan menurut kepercayaan mereka, Lucifer-lah biang keladinya (Kalau di Islam, kita mengenal Iblis) lalu Lucifer ini dikutuk Tuhan dan diusir ke bumi, maka jadilah ia disebut The Fallen Angel yang telah hilang sifat2 malaikatnya. Lalu apakah dalam Islam kita juga mengenal Lucifer? Apakah ada kesamaan antara Lucifer dengan Iblis?
Terima kasih atas kesediaan bung Rizki untuk menjawabnya.
Wa’alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh,
Bung Hamid Ghufry yang senantiasa dirahmati dan dilindungi Allah SWT, pertama-tama yang harus ditekankan di sini ialah jika kitab suci al-Qur’an maupun Hadits tidak ada yang menuliskan kata “Lucifer”. Jadi, bisa dipastikan jika Islam tidak mengenal istilah “Lucifer”. Walau demikian, ada istilah dalam Islam yang mewakili semua yang ada dalam diri Lucifer, yakni Iblis. Memang, kosakata “Lucifer” sendiri berasal dari perbendaharaan kebudayaan Barat.
Kita tentu sudah mengetahui jika Iblis (berasal dari bahasa Arab “Abasa” yang memiliki arti sebagai “Pembangkang”) diciptakan Allah Swt dari zat sejenis api atau cahaya, sama dengan asal penciptaan Malaikat. Hanya saja, ketika Allah Swt memerintahkan agar semua mahluk bersujud kepada Adam a.s., hanya iblis yang menolak perintah Allah Swt. Sebab itu dia dinamakan pembangkang (Abasa, Iblis).
Allah Swt di dalam kitab suci al-Qur’an surat Al-Baqarah (2) ayat 34 berfirman:
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah” kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.”
Dari ayat ini kita mengetahui jika Iblis tadinya berada di antara para malaikat, namun karena membangkang, derajatnya diturunkan sehingga dia termasuk ke dalam golongan orang-orang kafir. Dengan kata lain, orang-orang kafir yang tidak mau atau enggan menerima ketauhidan sama derajatnya dengan iblis. Naudzubillah min dzalik!
Iblis dan Lucifer memang serupa. Hanya saja, karena kekristenan yang ada sekarang banyak sekali mengadopsi ajaran paganisme Roma yang berurat-akar pada paganisme Mesir Kuno (Osirian Rite) sejak zaman Firaun dengan para pendeta Kabbalah-nya, maka sosok Lucifer juga ditempeli dengan berbagai istilah seperti The God of Light, The Fallen of Angel, dan sebagainya. Lucifer memiliki arti secara harfiah sebagai “Cahaya”, sama seperti pengertian “Illuminaty” yang juga merujuk pada Cahaya. Maria Magdalena sering juga disebut oleh kaum Yohanit sebagai The Illuminatrix, Sang Dewi Cahaya.
Sekarang ini, kelompok-kelompok Kabbalis seperti Zionis-Yahudi, Freemasonry, Templar, Rosikrusian, dan ribuan sekte kecil yang menyempal di dalam keyakinan Barat, menyatakan jika Lucifer adalah malaikat yang dianiaya Tuhan, sama seperti legenda Maria Magalena yang disebut sebagai perempuan suci yang dianiaya oleh Gereja. Ini semua berangkat dari keyakinan paganis.
Islam hanya mengenal iblis, bukan Lucifer. Wallahu’alam bishawab, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sumber: Era Muslim

Berat Balasan Tergantung Pengorbanan

Berat Balasan Tergantung Pengorbanan
Kita tinggalkan nikmat makan dan minum sebab taat saat puasa, karenanya Allah akan ganti dengan kenikmatan yang tiada banding saat kita berjumpa dengan-Nya

Begitulah rumusnya, dalam tiap-tiap ketaatan ada pengorbanan, tiap pengorbanan ada balasan. Balasan ini bisa disegerakan di dunia, atau dia disempurnakan di akhirat

Maka makin berat pengorbanan seorang hamba di jalan Allah, makin banyak pula balasan yang dia dapat. Simple math. Kita dapat sesuai dengan apa yang kita berikan

Adakala satu hal sudah lama, mengakar, mengeras, mentradisi, menjadi kebiasaan baku, yang sangat susah dan sulit diubah, yang seolah kita tak bisa hidup tanpanya

Tapi saat kita ingin hijrah dan menggapai kenikmatan Allah yang lain, harus kita tinggalkan. Maka ingatlah bahwa apa yang Allah ganti pasti akan lebih dari itu semuanya

Karena kita tak bisa menggabungkan antara haq dan bathil, masih mau menikmati yang bathil sementara kita menginginkan kenikmatan yang haq, itu tidak akan terjadi

Maka kebahagiaan hidup tak dinikmati semua orang, karena tidak semua orang mau melihat hasil akhirnya, mereka terpaku dengan kesulitan dan hambatan berhijrahnya

Kabar baiknya, siapa yang berazzam pada Allah untuk berhijrah, maka makin sulit ia meninggalkan hal buruk ketika berhijrah, maka Allah akan lebih memudahkan jalannya

Makin ektsrim kita meninggalkan kemaksiatan, makin ekstrim pula ketaatan yang terbuka bagi kita. Asal kita mau melakukan pengorbanan, asal kita mau serius di dalamnya

Rasakan saja, puasa yang kita jalankan mungkin tak sampai 14 jam, tapi Allah balas tunai saat berbuka, dan malamnya, sampai subuhnya. Bagaimana yang lebih berat?

Maka bila hijrahmu terasa berat, bila apa yang engkau ingin tinggalkan begitu susah dan sulit, ingatlah akan balasan yang Allah sediakan, di akhirat juga di dunia

Ust. Felix Siau

Sepuluh Masalah Besar Bangsa Indonesia

10 masalah besar bangsa Indonesia yang dibeberkan Busyro Muqoddas

JAKARTA (Arrahmah.com) – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Busyro Muqoddas mengatakan terdapat sepuluh masalah yang saat ini tengah dihadapi bangsa Indonesia.

Menurutnya, bangsa Indonesia perlu memahami masalah tersebut untuk mempertahankan kualitas sebagai umat unggulan dan sekaligus sebagai bangsa yang berdaulat.

Kesepuluh masalah besar tersebut adalah sebagai berikut:

Busyro mengatakan, masalah pertama yang dihadapi bangsa Indonesia adalah bahaya bisnis besar narkoba yang telah menjadikan Indonesia sebagai pasar utama bisnis barang mematikan itu. 

“Tercatat sudah terdapat jumlah pengguna narkoba sebanyak 5,9 juta. Korban yang tewas perhari 40 orang. Sararan utamanya adalah generasi muda. Sejumlah aparat TNI, Polri, dan petugas BNN (Badan Narkotika Nasional) bahkan anggota DPRD terseret di dalamnya,” ungkap Busyro seperti dilansir Muhammadiyah.or.id, Ahad (25/6/2017) lalu.

Perampokan uang negara atau korupsi oleh aparat pemerintah pusat atau daerah, DPR/DPRD, DPD, Polisi, Jaksa, Hakim/Hakim Mahkamah Konstitusi, Menteri, Pengacara, Pebisnis Gelap dan Penyuap Pejabat, serta Dosen Negeri.

Praktik jual jasa atau suap dalam perizinan pendirian hotel, apartemen, pusat belanja modern, penambangan minyak, gas, mineral batubara, dan tata ruang daerah maupun nasional.

Praktik penguasaan 77% kekayaan negara oleh 10 pengusaha hitam dan 1 pengusaha keturunan yang diizinkan menguasai 6 juta hektar lahan.

Tidak terbukanya aparat Polri dalam membongkar siapa sesungguhnya aktor dan dalang serangkaian panjang gerakan terorisme yang keji dan terkutuk.

Praktik mafia suap atau uang sogok oleh kalangan pebisnis busuk kepada pejabat, politisi parpol, dan aparat penegak hukum yang telah menghancurkan martabat bangsa.

Makin bertambahnya kehadiran “generasi android” yang telah menyita waktu produktif mereka.

Kedelapan, dan ini yang parah, semakin terbiasanya ucapan bohong di depan jutaan rakyat dan pengakuan mendadak sebagai pejuang Pancasila dan NKRI tanpa bukti kejujuran dan kecerdasan.

Menjamurnya izin pasar dan pusat belanja modern berjejaring nasional yang mematikan pasar dan pusat ekonomi rakyat kelas menengah adalah masalah kesembilan yang harus dihadapi bangsa Indonesia.

Terjadinya kesenjangan ekonomi sebagai pemicu ketidakadilan sosial dan munculnya sikap radikalisme dalam masyarakat yang berujung pada terorisme.

Meski begitu, Busyro berpendapat, kesepuluh masalah tersebut baru sebagian dari sekian banyak permasalahan bangsa Indonesia.

“Itulah sebagian problem negara kita yang telah membebani masa depan generasi muda dan negara kita,” ucapnya.

Untuk itu, Busyro mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengembangkan keunggulan kualitas ruhaniyah dan taqwa yang telah diraih selama bulan Ramadhan kemarin dengan mendongkrak semangat perbaikan bangsa dan negara.

“Mari kita syukuri dengan penuh keceriaan dan optimisme yang kuat menghadapi permasalahan di atas. Salah satu langkahnya adalah dengan mempersiapkan anak-anak dan generasi penerus kita yang juga sebagai generasi penerus dan penyelamat masa depan bangsa,” tutur Busyro.

Ia juga berharap, jangan sampai bangsa Indonesia jatuh pada cara pengelolaan yang tidak berkeadilan.

“Sebaliknya umat Islam perlu segera bangkit menyelamatkan negara dan kekayaan alam yang melimpah dengan penuh semangat,” pungkas Busyro.

(azm/arrahmah.com) Publikasi : Selasa 04 Juli 2017

Si tukang ledeng dan Bos Mercy

Assalamu’alaikum 
Berbagi motifasi sedikit walau mungkin sdh sering baca,, semoga bermanfaat

Suatu ketika, pimpinan *Mercedes Benz*, sebut saja Mr Benz menelpon seorg tukang ledeng yg direkomendasikan temannya utk memperbaiki kran air yg bocor di rumahnya. Temannya bilang, bhw tukang ledeng yg satu ini bisa diandalkan.
Ketika dihubungi ternyata sang tukang ledeng sdg banyak pekerjaan & baru bisa datang 2 hari lagi. Akhirnya Mr Benz setuju utk menunggu 2 hari.
Keesokan harinya, sang tukang ledeng menghubungi Bos Mercy lagi, sekedar menyampaikan terima kasih krn bersedia menunggu 1 hari lagi (krn besok baru akan datang). Sang Bospun terkesan atas pelayanan & cara berbicara sang tukang ledeng tsb.
Pada hari yg disepakati, sang tukang ledeng datang ke rumah tsb utk memperbaiki kran yg bocor.
Setelah diutak atik sana-sini, kranpun selesai diperbaiki & sang tukang ledengpun pulang stlh menerima pembayaran atas jasanya.
Sekitar 2 minggu stlh itu, sang tukang ledeng menghubungi Mr Benz lagi unt sekedar menanyakan apakah kran yg diperbaiki sdh benar2 beres atau masih ada masalah?
Mr Benz berpikir orang ini luar biasa, walaupun cuma tukang ledeng tetapi begitu memperhatikan kepuasan pelanggan.
Bbrp bln kemudian Mr. Benz merekrut sang tukang ledeng utk bekerja di perusahaannya, tentu sang tukang ledeng kaget, apalagi sebelumnya ia tdk tahu orang yg dibantunya itu adalah pimpinan sebuah perusahaan otomotif terbesar di dunia. 
Pertanyaanya, kira2 pekerjaan apa untuknya sekarang? Apakah tukang tsb akan diangkat menjadi pengawas saluran air perledengan di pabrik Mercedez ? Apakah keahlian dibidang pipa yg membuatnya direkrut?
*TIDAK!*
Bukan keahliannya sbg tukang pipa yg membuatnya mendpt posisi baru, tapi dedikasinya yg ingin selalu membuat pelanggannya puaslah yg membuatnya menjadi pegawai terhormat.
Tukang ledeng ini bernama : 

*Christopher L. Jr.*

Ia direkrut utk mengurusi customer Mercedes Benz, dgn tujuan utama agar pemilik mobil Mercedez puas atas pelayanan perusahaan otomotif tsb.
Dgn pekerjaan barunya, sang tukang pipa kini hrs mengembangkan bakatnya dibidang kepuasan pelanggan. Sebuah bidang yg sebelumnya sama sekali tak terpikirkan sbg pekerjaaannya.
Sang tukang pipa tdk menyangka bhw keramahannya melayani pelanggan & keinginannya memuaskan pelanggan, ternyata merupakan keahlian yg sangat berharga & langka. 
*Karena keahlian itu bukan hanya menyangkut ilmu, tapi hati manusia.*
Tak terpikir olehnya, sebuah sikap yg dianggap sekedar nilai tambah (value) bagi suatu pekerjaaan, ternyata mempunyai *nilai besar*.
Karirnya melesat hingga ia menjabat sebagai *General Manager di Customer-Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz!*
Suatu lompatan yg tinggi bagi seorang tukang pipa ledeng……
Oleh krn itu seriuslah thd setiap pekerjaan ataupun pelayanan. Lakukanlah dg sepenuh hati & dg hati, lakukan dg bermutu & dedikasi yg tinggi. Terlebih lagi kalau itu diniatkan ibadah, yakni dlm rangka melayani Tuhan. 
Kita tidak pernah tahu, rezeki besar itu ada dimana, dan betapa seringnya Tuhan memberikan rejeki yg tdk diduga-duga jika kita bekerja untuk Tuhan dg sungguh2 & dg hati dan bukan bekerja melayani manusia.
Maksimalkan potensi2 kecil yg kadang/mungkin diremehkan kebanyakan orang selalu semangat dan jangan Lupa berdoa 😁

CATAT! Inilah 5 Fakta Gal Gadot, Pemeran “Wonder Woman” yang Dukung Militer Israel dan Musuhi Palestina

[PORTAL-ISLAM.ID]  Film Wonder Woman telah menempati box office dan ditayangkan di bioskop-bioskop banyak negara. Namun, sejumlah negara muslim memboikot film tersebut. Misalnya Qatar dan Tunisia.
Alasan utama pemboikotan film tersebut adalah pemeran Wonder Woman, Gal Gadot. Aktris dan model Israel itu diketahui memiliki hubungan mesra dengan militer Israel dan memusuhi Palestina.
Berikut ini 5 fakta Gal Gadot mendukung militer Israel dan memusuhi Palestina:

  • Mendukung tentara Israel

Aktris kelahiran 30 April 1985 itu diketahui mendukung militer negaranya, Israel. Gal Gadot mendukung IDF (Israel Defense Forces) termasuk saat melakukan agresi ke Gaza. Dukungan itu juga disuarakan Gadot melalui tulisan-tulisannya di media sosial.

  • Menjadi bagian tentara Israel

Gal Gadot adalah bagian dari tentara Israel. Sebagai warga Israel, Gal Gadot juga mengikuti wajib militer. Ia dilatih menjadi kombatan yang siap diterjunkan ke medan perang. Gal Gadot mengikuti pelatihan militer itu pada tahun 2006 lalu.

  • Mendukung Agresi Israel ke Gaza

Pemeran Wonder Woman itu juga mendukung agresi militer Israel ke Gaza. Saat militer Israel membombardir Gaza pada tahu 2014, ia menuliskan dukungan dan doanya untuk tentara Israel yang menurutnya “mengorbankan nyawa untuk mengakhiri tindakan buruk Hamas.”

  • Menyebut Hamas Pengecut

Sebagaimana mendukung agresi militer Israel, Gal Gadot juga memusuhi Palestina. Khususnya Hamas. Ia bahkan menyebut Hamas pengecut. Istri Yaron Versano itu berdalih, Hamas menggunakan wanita dan anak-anak sebagai tameng.

  • Miss Israel

Gal Gadot adalah pemenang gelar Miss Israel pada tahun 2004. Ia juga mewakili Israel dalam ajang kecantikan Miss Universe 2004.
Mungkin ini tidak langsung berhubungan dengan dukungan untuk militer Israel dan memusuhi Palestina. Namun, kontes kecantikan semacam ini merupakan salah satu implementasi strategi Zionis dalam mengegolkan protokol ke-14 dalam protocol of zion. Yakni dengan strategi 6F dan 4S: Food, Film, Fashion, Fun, Faith, Freedom, Sing, Sex, Sport, Smoke.

%d bloggers like this: